Sakit Membersihkan Dosa

0
Ustadz Muhammad Arifinn Ilham, pengasuh Majelis Zikir Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Foto: Istimewa

Oleh: Herry M. Joesoef |

Semaranginside.com, Jakarta –- Bagi seorang Muslim, penyakit bukanlah untuk dikeluhkan. Muslim yang baik akan dengan sabar menerima penyakit yang di deritanya. Ini yang membedakan kualitas keimanan seseorang, ketika ia dikunjungi oleh penyakit, apa pun bentuk dan jenisnya.

Hal inilah yang ditunjukkan oleh Ustadz Muhammad Arifinn Ilham, pengasuh Majelis Zikir Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, ketika penyakit mendatanginya. Ia bertambah rasa syukurnya atas nikmat-nikmat Allah Ta’ala. Bahkan, ketika ia mesti mengkonsumsi obat secara teratur, dan harga obatnya itu puluhan juta rupiah, ia sama sekali tidak mengeluh. Justru dalam kepsrahan dan syukurnya itu jamaah pada berdatangan, membantu dengan berbagai hal yang dibutuhkan oleh sang ustadz.

Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim). Sabda inilah yang membuat orang-orang alim itu selalu bersyukur. Ini beda dengan orang-orang kufur nikmat, ketika penyakit dan kesusahan datang menyapa, mentalnya tidak siap. Tuhan pun diprotes.

Baca Juga:  Sepenggal Kisah Bersama Ustaz Arifin Ilham

Sesungguhnya, di balik penyakit dan musibah itu akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah, kembali kepada-Nya. Ketika musibah atau penyakit, seseorang akan kembali menyapa Tuhannya, minta pertolongan dan perlindungan. Inilah hikmanya. Ingatlah bahwa musibah dan penyakit adalah tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Imam Tirmidzi). Orang-orang yang dicintai oleh Allah, termasuk para Nabi-Nya, semuanya diberi cobaan. Dan mereka lulus dan lolos dari cobaan yang menjeratnya.

Baca Juga:  Dakwah Arifin Ilham, Dakwah Semesta

Karena itu, jika kita, atau keluarga kita, dihampiri oleh musibah atau penyakit, hendaknya bersabar. Karena di situ Allah akan mengujinya, tetap bersyukur atau malah kufur. Khusus bagi yang disapa oleh penyakit, apa pun bentuk penyakitnya, jika diterima dengan rasa syukur dan sabar, maka itu akan menggelontorkan dosa-dosanya. Lebih ahsan jika si sakit, sambil berobat, tetap bersyukur dan mengeluarkan sedekah. Pahalanya akan dilipatgandakan, dosa-dosanya akan dibersihkan.

Begitu pula buat kelurga. Memperlakukan atau merawat orang sakit tidak sama dengan orang sehat, dalam segala hal. Kesabaran dalam merawat keluarga yang sedang sakit juga akan mendapatkan pahala yang luar biasa dari Allah Ta’ala. Karena itu, rumusnya, baik yang sakit maupun keluarganya, hendaknya tetap bersyukur dan sabar, sambil ber-ikhtiar untuk kesembuhan atas penyakit yang diderita. (HMJ)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of