Sandiaga : Kesejahteraan Guru Harus Jadi Prioritas

0
Ilustrasi guru honorer menuntut peningkatan kesejahteraan/ Foto : spn

Oleh : Muhajir |

Semaranginside.com, Jakarta – Cawapres 02, Sandiaga Uno mengatakan, dirinya dan Prabowo Subianto akan meningkatkan kesejahteraan guru jika terpilih pada Pilpres 2019 mendatang.

“Peningkatan kesejahteraan guru sebagai pendidik anak bangsa harus lebih diperhatikan lagi, agar dapat memperbaiki kualitas pendidikan di negeri ini,” ujar Sandiaga di Jakarta, Rabu, (20/3).

Menurutnya, bila para guru sejahtera dan berkualitas maka masa depan pendidikan Indonesia akan lebih baik.

“Bila para guru sejahtera dan berkualitas maka masa depan pendidikan kita bisa jadi lebih baik, dan dampaknya adalah akan tercipta generasi penerus yang cerdas dan mampu bersaing di ketatnya persaingan global,” ucapnya.

Baca Juga:  Keok di Laga Pembuka, Start Buruk Milan di Bawah Marco Giampaolo

Untuk itu, kata Sandi, Paslon Capres – Cawapres 02 memiliki dua langkah utama untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut.

“Pertama, setiap anak di Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang tuntas dan berkualitas,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru utamanya guru honorer.

“Kedua, dengan meningkatkan kualitas guru, diantaranya dalam meningkatkan kesejahteraan dan status bagi para guru honorer yang sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun. Di bawah Prabowo-Sandi, guru honorer akan secepatnya secara berkala diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara,” ujarnya.

Sandiaga percaya dengan meningkatkan kesejahteraan guru maka akan menciptakan pendidikan yang berkualitas dan akan melahirkan generasi penerus bangsa yang berprestasi.

Baca Juga:  Jaksa Tak Siap, Sidang Tuntutan Korupsi RSUD Pekalongan Ditunda

“Insya Allah kami amanah dalam memperjuangkan kesejahteraan para guru,” tuturnya.

Masalah kesejahteraan memang dirasakan oleh para honorer dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ketua Umum Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (FKGTT/PTT) Kabupaten Kebumen, Ahmad Zahri menyebut hanya mendapat honor sebesar Rp300 ribu setiap bulan. Padahal dirinya sudah mengadi 11 tahun.

Nilai itu pun didapatkan berjenjang sejak ia menjadi guru mulai tahun 2008. Kala itu, ia hanya mendapat gaji sebesar Rp100 ribu setiap bulannya. Dan mengalami kenaikan di kisaran Rp25 ribu. “Tidak mungkin kebutuhan hidup terpenuhi jika mengandalkan gaji dari mengajar,” ujarnya. (EPJ)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of