Sandiaga Uno: Event Java Jazz Memajukan Ekonomi Kreatif

0
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno memainkan sebuah gitar akustik di acara festival musik BNI Java Jazz 2019. Foto: instagram/sandiuno

Oleh: Anisa Tri Kusuma |

Sandi menghadiri hari terakhir penyelenggaraan musik yang sejak awal tahun 2000-an mampu menyedot animo pecinta musik dunia.

Semaranginside.com, Jakarta — Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengaku bangga dan memberikan apresiasi besar terhadap festival musik BNI Java Jazz 2019. Mengenakan kaos hitam dan topi biru, Sandiaga yang datang bersama sejumlah temannya tersebut mengaku sangat mendukung pagelaran musik jazz terbesar yang diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2005 silam. Bahkan, dalam unggahan di laman instagram pribadinya @sandiuno terlihat cawapres nomor urut 2 tersebut memainkan sebuah gitar akustik.

View this post on Instagram

Baru saja saya menghadiri Java Jazz Festival di JiExpo Kemayoran. Ini merupakan ke-15 kalinya acara jazz terbesar di dunia ini diselenggarakan. Acaranya keren banget. 150 ribu pengunjung dari dalam dan luar negeri hadir ke acara ini. Lebih dari 5000 lapangan kerja tercipta di sini, dan kebanyakan dari mereka ialah anak-anak muda, generasi millenial. Saya melihat event-event seperti ini bisa menarik begitu banyak peluang usaha. Anak-anak muda kita, entrepreneur-entrepreneur kita harus bisa menciptakan inovasi-inovasi yang mampu menjadikan industri kreatif kita lebih berkembang lagi. Ekonomi kreatif di Amerika sudah menjadi bagian besar dari pada pertumbuhan ekonominya. Di Indonesia saat ini masih di bawah 10 persen, kita harus tingkatkan ke arah 15-20 persen. #javajazzfestival

A post shared by Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) on

“Saya sangat mendukung ini, bahwa Java jazz festival ini oleh pak Peter Gontha sudah menjadi ikon. Sehingga semua mata dunia melihat ke Indonesia bahwa Indonesia punya event yang bisa kita banggakan, menarik begitu banyak pengunjung selama tiga hari,” ujar Sandiaga Uno di Kemayoran, Jakarta, Minggu 3 Maret 2019 malam. Ia menambahkan, “Mohon Pak Peter terus kembangkan. Karena ini perlu fasilitas dari pemerintah, dan kami yakin bahwa dengan kegiatan seperti ini nama Indonesia akan lebih baik ke depan dan ekonomi akan lebih bergerak khususnya ekonomi kreatif,” tuturnya.

Selain nama baik Indonesia di kancah musik dunia, hal lain yang paling disoroti Sandiaga adalah, acara pagelaran internasional semacam ini secara langsung akan menyerap tenaga kerja dan memajukan sektor ekonomi kreatif.

“Kalau kita lihat, event seperti bisa menarik begitu banyak peluang usaha dan anak muda kita, entrepreneur-entrepreneur kita bisa melihat bagaimana menciptakan suatu inovasi lapangan kerja seperti ini,” ujarnya.

Ke depan lanjut Sandi, harusnya kegiatan yang menjadi landasan terbangunnya ekonomi kreatif semacam Java Jazz harus sudah semakin tumbuh di Indonesia.

“Ekonomi kreatif di Amerika sudah menjadi bagian besar daripada pertumbuhan ekonominya. Di Indonesia masih di bawah 10 persen. Jadi kita harus tingkatkan ke arah 15 sampai 20 persen,” kata Sandi.

Selain menghadirkan musisi jazz mancanegara maupun dalam negeri, festival ini juga diperkaya musisi dari genre musik yang lain seperti R&B, Soul dan Reggae.

Beberapa dari musisi terkemuka yang pernah hadir pada festival ini diantaranya adalah James Brown, Earth, Wind & Fire, Eric Benet, Bubi Chen, dan Angie Stone. Sementara pada tahun 2007, Sergio Mendes, Chakra Khan, Lisa Ono dan Jamie Cullum. (Kbb)

Baca Juga:  Debut Memalukan Lampard

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of