Sebulan Jadi Menko, Muhadjir Effendy Akui Belum Paham Stunting

0
Menko PMK RI, Muhadjir Effendy. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI), Muhadjir Effendy mengaku belum menguasai materi terkait penanganan stunting di Indonesia. Dia justru ingin masukan secara langsung agar dirinya tahu betul apa yang nantinya bisa dia lakukan untuk menekan angka stunting.

Hal tersebut dia ungkapkan pada saat memberikan arahan kepada para dokter dalam forum Lokakarya “Penanganan Stunting di Jawa Tengah” di Hotel Patra Semarang, Sabtu (2/11). Dalam arahannya, Muhadjir lebih memotivasi para dokter agar memiliki kepedulian sosial, terutama peduli pada penekanan angka stunting di Jawa Tengah.

“Saya baru satu bulan jadi Menko. Sebelumnya di Mendikbud. Jadi saya akui kurang memahami,” kata dia.

Baca Juga:  Kisah Cun Ming di Tengah Polemik Penangkaran Hiu Karimunjawa

Muhadjir justru meminta beberapa perwakilan dokter di Jawa Tengah untuk mengungkapkan apa yang terjadi di lapangan. Dari saran dan usulan tersebut, nantinya akan dijadikan pertimbangan dan pijakan dalam mengambil kebijakan nasional.

“Intinya dalam pengambilan kebijakan nasional saya harus mendengar langsung apa yang terjadi di lapangan, bukan perspektif Jakarta, bukan hanya kata deputi,” ungkapnya.

Dari beberapa paparan dan usul para dokter, Muhadjir memahami bahwa stunting bukan hanya persoalan kekurangan gizi. Banyak hal yang memperngaruhi stunting, di antaranya usia kehamilan, kondisi keluarga dan faktor lingkungan.

Faktor lingkungan yang dimaksud adalah mengenai buruknya sanitasi, buruknya pengolahan limbah rumah tangga dan kesulitan mendapatkan air bersih. Oleh karena itu, Muhadjir akan mengambil langkah untuk berkoordinasi lintas Menko, karena sanitasi merupakan wilayah dari Kementerian PUPR.

Baca Juga:  Tips Memilih Produk Kosmetik Halal Bagi Muslimah

Selain itu, Muhadjir juga akan langsung memperhatikan Papua di mana angka stunting di propinsi paling timur Indonesia tersebut terbilang cukup tinggi. Dia menyebutkan, kasus stunting di Papua bisa dibaca karena berada di daerah tertentu, berbeda dengan Jawa Tengah yang lebih menyebar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, saat ini di Jawa Tengah angka stunting masih berkisar 30 persen dan tersebar di 14 Kabupaten, antara lain, Wonosobo, Brebes, Demak, Grobogan. Pemerintah pusat menargetkan pada 2024 mendatang dapat menekan angka stunting hingga di bawah 20 persen.

(Adv)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of