Sehatpedia 2.0, Apa Itu….

0
Menteri Kesehatan, dr Terawan Adi Putranto. Foto: Istimewa

Oleh: Anisa Tri K

Semaranginside.com, Jakarta – Dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 tahun, pemerintah mulai menggalakkan layanan kesehatan online dalam sistem pendukung kinerja dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan.

Untuk mewujudkan hal itu, Kementerian Kesehatan RI, pada Rabu (13/11) menggelar Parade Inovasi Digital Bidang Kesehatan Tahun 2019 di Aula Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Jakarta. Dalam acara tersebut diluncurkan aplikasi Sehatpedia 2.0 sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi kesehatan. Aplikasi layanan kesehatan ini dapat diunduh secara gratis.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menjelaskan, jika peluncuran aplikasi ini adalah salah satu strategi untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan. “Kita harus mengembangkan center of excellence dan jejaring e-health, serta mengembangkan model sistem informasi kesehatan publik untuk surveilans, response time dan emergency,” kata Terawan dalam pembukaan acara Parade Inovasi Digital Bidang Kesehatan Tahun 2019 di kantor Kemenkes Jakarta, Rabu (13/11).

Baca Juga:  Pemerintah Hapus Obat Kanker

Terawan mengatakan, jika keterlibatan antara pemerintah dengan beberapa unicorn dilakukan untuk menghapus sekat dinding pelayanan dokter tanpa melibatkan anggaran BPJS Kesehatan. Salah satunya adalah aplikasi konsultasi medis gratis bernama Sehat Pedia.

Di dalam aplikasi itu terdapat 638 dokter yang mau memberikan informasi atau konsultasi secara gratis.
Selain konsultasi, ada juga artikel kesehatan dan jurnal kesehatan yang mudah diakses, kumpulan peraturan a kebijakan bidang kesehatan, hingga jurnal kesehatan.

Terawan berharap, dengan hadirnya start-up di bidang kesehatan dapat terus mendukung upaya pemerintah mewujudkan Indonesia Sehat dengan memperhatikan pula aspek sosial, bukan hanya mengedepankan aspek bisnis semata.

Baca Juga:  Menkes: Kenapa Tiba-Tiba Saya Dijemput Pak Kapolres?

“Saya berharap inovasi-inovasi yang telah dikembangkan mampu membangun ekosistem integrasi yang baik yang mampu meningkatkan kinerja, efisiensi dan efektivitas dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan dapat benar-benar diimplementasikan dengan baik,” ungkapnya. (PS/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of