Semarang Masuk Nominasi Sepuluh Besar Kota Kreatif Indonesia

1

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Kota Semarang dinyatakan masuk sepuluh besar nominasi Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia. Nominasi tersebut diumumkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Dasarnya adalah hasil dari uji petik yang dilakukan oleh Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif (PM3I) mulai dari tahun 2016-2018.

Di Jawa Tengah, ada tiga daerah yang masuk nominasi sepuluh besar. Situs resmi Bekraf mengungkap, selain Kota Semarang dua daerah lain yakni Kabupaten Rembang dan Kota Solo. Semarang dinilai unggul pada subsektor fesyen, sementara Rembang untuk kriya, dan Solo untuk seni pertunjukan.

Selanjutnya, Tim Bekraf akan bertemu dengan empat aktor (komunitas kreatif, OPD, akademisi, dan pelaku bisnis) dalam kegiatan workshop terkait dengan subsektor ekonomi kreatif di kabupaten/kota antara 10-17 Juni 2019. Proses seleksi yang dilakukan oleh tim gabungan PMK3I, KaTa Kreatif, dan Asesor juga disebut masih terus berlangsung untuk menentukan empat Kabupaten/Kota Kreatif 2019.

Baca Juga:  Kota Semarang Sepuluh Besar Pembangunan Terbaik

Pada penilaian ini, Kota Semarang dinilai unggul dalam mengembangkan subsektor fesyen sebagai kota kreatif sejak 2016. Pertumbuhan subsektor itu di Kota Semarang diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen per tahun. Beragam produk fesyen dari Kota Semarang juga berhasil masuk ke pasar ekspor karena memiliki ciri keunikan yang berbeda dengan daerah lain.

Bekraf bahkan mencatat saat ini di Kota Semarang setidaknya terdapat 2.124 penjahit dan 139 perancang busana. Beberapa yang dikenal antara lain Anne Avantie, Inna Priyono, Gregorius Vici, Bramantya Wijaya, Devi Ross, atau Angela Chung. Tak hanya itu, Kota Semarang juga memiliki 25 tempat kursus, 7 sekolah menengah, dan 2 sekolah tinggi pendidikan fesyen.

Kota Semarang pun juga sukses melahirkan 265 model berkelas nasional, seperti misalnya Paula Verhoeven, Jihane Almira, Yama Carlos, atau Dominique Diyose.

Baca Juga:  Mahasiswa Undip Buat Inovasi dari Limbah Tulang Ayam

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi optimistis Kota Semarang juga dapat dinobatkan sebagai bagian dari 4 kota / kabupaten kreatif di Indonesia itu.

“Saya rasa ini sejalan dengan upaya Kota Semarang untuk terus mengembangkan sektor pariwisata, dimana fesyen menjadi salah satu bagian dari wisata belanja,” ujarnya dikutip dari situs resmi Pemkot, Jumat (31/5).

Pada sisi lain, Hendi menegaskan jika subsektor fesyen tidak menjadi satu-satunya industri kreatif yang berkembang di Kota Semarang tiga tahun terakhir.

“Ada tiga sub sektor unggulan Kota Semarang yang kita ajukan ke Bekraf sebenarnya, yaitu subsektor arsitektur, game/aplikasi, serta fesyen. Namun terlepas dari itu, terpilihnya Semarang melalui subsektor fesyen adalah pencapaian yang baik, karena merupakan sub sektor terbesar di bidang ekonomi kreatif, yang mampu menyumbang 31 persen penghasilan di sektor ini,” tambah Hendi.(nug)

1
Berikan Komentar

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Indonesiainside.id, Semarang – Tiga kabupaten dan kota di Jawa Tengah masuk dalam sepuluh besar nominasi Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengumumkannya sebagai hasil uji petik  Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif (PM3I) mulai dari tahun 2016-2018. Tiga daerah yang masuk nominasi sepuluh besar yaitu Kota Semarang, Kabupaten Rembang dan Kota Solo. Semarang dinilai unggul pada subsektor fesyen, sementara Rembang untuk kriya, dan Solo untuk seni pertunjukan. […]