Seniman Semarang Kenang Agoes Dhewa

0
Suasana acara Sahabat Sastra Agoes Dhewa. Foto : @dewan.kesenian.semarang

Oleh Ahmad Fauzi

Kota Semarang kehilangan salah satu penyair Agoes Dhewa beberapa waktu lalu. Dia dikenang atas karya-karyanya yang sublim dan pergaulannya yang luas.

semaranginside.com, Semarang – Akhir pekan lalu, para seniman dan rekan-rekan Agoes Dhewa menggelar acara untuk mengenangnya. Kegiatan itu dilangsungkan Sabtu (30/3) di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Hadir budayawan Prie GS, penyair Timur Sinar Suprabana dan Beno Siang Pamungkas, Ketua Dewan Kesenian Semarang Handry TM, dan lainnya.

Acara tersebut dipandu oleh Sulis Bambang, pendiri Bengkel Sastra Taman Maluku. Acara bertajuk Sahabat Sastra Agoes Dhewa tersebut digagas bersama oleh para sastrawan terutama Slamet Unggul dan Bayu.

Pada kesempatan itu, Prie GS mengungkapkan, tak ada orang yang tak mencintai Agoes Dhewa.

Baca Juga:  Persiapan MXGP, Sirkuit Mijen Sudah 80 Persen

“Di Semarang ini tak ada orang yang tak mencintai Agoes Dhewa. Dan terus terang, saya bahagia mengenalnya,” kata Prie.

Dia kemudian bercerita bagaimana Agoes Dhewa yang mudah bergaul dengan banyak orang dari berbagai golongan. Dia juga mengungkap bagaimana Agoes Dhewa selalu menghubunginya dengan panggilan khas.

Sementara Timur membacakan salah satu puisi karya AGoes Dhewa berjudul “Kereta untuk Istriku”. Dengan gayanya yang khas, dia membuat penonton di panggung terbuka TBRS malam itu semakin haru atas kepergian Agoes Dhewa.

Selain menulis puisi, Agoes Dhewa dikenal aktif dalam beberapa kegiatan. Dia merupakan penggagas acara Sastra Pelataran. Agenda tersebut digelar selama beberapa kali di tempat-tempat yang berbeda. Beberapa penyair nasional pernah diundang sebagai penampil.

Baca Juga:  Rangkaian HUT Kota Semarang ke-472 Dimulai

Agoes Dhewa juga merupakan salah satu pengurus harian Dewan Kesenian Semarang periode kali ini. Dia aktif di lembaga yang kerap menggelar beberapa acara itu.

“Jujur saya kehilangan dewa penolong. Sebab, setiap saya mengalami kesusahan, Agoes Dhewa yang kerap menolong saya,” ujar Ketua Dewan Kesenian Semarang Handry TM seraya mengungkap beberapa pengalaman saat bersamanya. Handry mengungkapkan, banyak pengalaman lucu yang dialami mereka berdua.

Ikut berbicara pada forum tersebut Gunawan Permadi, Hari Bustaman, Wiwik, Marco Marnadi, dan Budi Maryono. Sementara Kamto Gulit dan Kelana membacakan puisi dengan iringan petikan kecapi. Malam itu, semua doa dipanjatkan untuk Agoes Dhewa.(*)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of