Sharp Relokasi Pabrik Mesin Cuci Dari Thailand ke Karawang

0
Foto: Istimewa

Oleh: Suandri Ansah

Semaranginside.com, Jakarta — Kementerian Perindustrian mengungkapkan akan ada dua industri elektronik asing yang akan melakukan ekspansi pasar dalam negeri. Keduanya adalah LG dan Sharp.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, keduanya akan menambah kapasitas pabriknya di Indonesia. Produk yang bakal mereka hasilkan untuk tujuan ekspor dan domestik.

“Kami masih monitor sampai mereka realisasi. Pembahasannya sudah lama,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (17/6).

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Janu Suryanto mengemukakan, Sharp akan merelokasi pabrik mesin cuci dua tabung dari Thailand ke pabrik yang ada di Karawang International Industrial City (KIIC).

Baca Juga:  Bursa Efek Catat 16.000 Investor Baru di Jateng

Rencananya, peresmian ekspansi pabrik Sharp akan dilakukan bulan depan. “Jadi, nanti ada penambahan lini produksi. Ini juga untuk pasar ekspor. Mereka akan menyerap ratusan tenaga kerja,” ujarnya.

Sedangkan, LG akan merelokasi pabrik pendingin ruangan dari Vietnam ke fasilitas produksi yang ada di Legok, Tangerang. “Mereka akan mulai produksi dan mulai dipasarkan pada September 2019 sebanyak 25 ribu unit,” ungkapnya.

Selanjutnya, jumlah produksinya ditargetkan naik menjadi 50 ribu unit. “Ya, paling tidak nanti bisa di ekspor (juga) ke ASEAN. Investasi Sharp dan LG sekitar ratusan miliar rupiah,” imbuhnya.

Baca Juga:  OJK Temukan 13 Perusahaan Gadai Ilegal di Jateng, Ini Daftarnya

Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang menyumbang cukup signfikan bagi total investasi di Indonesia. Pada triwulan I tahun 2019, industri pengolahan nonmigas berkontribusi sebesar 18,5% atau Rp16,1 triliun terhadap realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Adapun tiga sektor yang menunjang paling besar pada total PMDN tersebut di tiga bulan awal tahun ini, yakni industri makanan yang menggelontorkan dana mencapai Rp7,1 triliun, disusul industri logam dasar Rp2,6 triliun dan industri pengolahan tembakau Rp1,2 triliun. (*/Dry/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of