Sidang Bupati Kudus, Sekda Dicecar Hakim

0
Sekda Pemerintah Kabupaten Kudus Sam'ani Intakoris dihadirkan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (28/10). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris dihadirkan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (28/10). Sidang tersebut terkait kasus suap yang melibatkan Bupati Kudus dan Staf khusus Bupati Kudus yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebagai penerima suap.

Terdakwa dalam kasus ini adalah Plt Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus, Akhmad Shofian, yang menyuap Bupati Kudus M Tamzil sebesar Rp 750 juta. Akhmad Sofian juga menyuap agar istrinya yang bernama Rini Kartika Hadi bisa menduduki suatu jabatan di Pemerintak Kabupaten Kudus.

Dalam sidang kali ini, Sam’ani memberi kesaksian mengenai proses pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Kudus tersebut. Dia mengatakan proses seleksi sudah dengan prosedur yang benar.

Baca Juga:  Stadion Jatidiri Rampung Desember 2019, Lanjut Finishing

“Tim seleksinya ada dari akademisi juga. Semuanya independen,” jelas Sam’ani di hadapan majelis hakim.

Hakim Ketua, Antonius Widijantono lantas menanyakan soal rapat penentuan jabatan ada yang dilakukan di sebuah hotel. Padahal seharusnya rapat tersebut bisa dilakukan di kantor.

Hakim Antonius juga mempertanyakan mengapa istri terdakwa Akhmad Shofian, Rini Kartika Hadi diperbolehkan mengikuti seleksi untuk dua jabatan dalam waktu yang bersamaan.

Sam’ani menjawab, dalam aturan hal tersebut diperbolehkan. Namun jika dinyatakan lulus, tetap akan ditempatkan di satu jabatan saja.

Namun dia tidak menampik bahwa proses pengisian jabatan tersebut ditangani oleh Bupati beserta staf khususnya, yakni Agoes Soeranto atau Agoes Kroto. Penunjukan hotel untuk penyelenggaraan rapat seleksi jabatan juga atas nama Agus Kroto.

Baca Juga:  Mobile Crane Ambruk Menimpa Kapal di Pelabuhan Tanjung Emas

Dalam sidang kali ini, Sekda Sam’ani tidak sendiri. Empat saksi lainnya dihadirkan di persidangan, yaitu Plt Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan (BKPP) Catur Widyatno, Sekretaris Dinas Disdukcapil Putut Winarno, Kabid Pengembangan dan Diklat Pegawai Tulus Triyatmika, dan Kasubid Pengembangan Hendro Muswinda.

Atas perbuatannya, terdakwa Akhmad Shofian dijerat Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana (dakwaan primer). Selain itu, dia juga terjerat Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana (dakwaan subsider).

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of