Sindiran Jokowi ke Surya Paloh, PDIP: Ada yang Berubah

0
Ilustrasi

Oleh: Muhajir

Semaranginside.com, Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan, Eriko Sotarduga, mengatakan Presiden Jokowi sedang mengeluarkan semua unek-unek terkait pertemuan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, dan Presiden PKS, Sohibul Iman. Apalagi Jokowi tak lagi memiliki beban pada pemilihan umum 2024 mendatang.

“Artinya Iebih menyampaikan apa adanya apa isi hatinya,” ujar Eriko di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/11).

Berbeda dengan periode pertama Jokowi yang memang banyak menahan perasaan di hadapan publik. “Kalau sekarang apa yang mungkin tersirat di dalam hatinya itu dikeluarkan, mengenai hal apa yang dikehendaki beliau,” kata Eriko.

Eriko mengatakan, Jokowi merasakan ada perubahan sejak Paloh bertemu dengan Jokowi. Maka itu, kepala negara ingin menyampaikan secara langsung. Ia berharap Paloh segera menjelaskan secara langsung kepada Jokowi maksud pertemuan tersebut.

Baca Juga:  Said Aqil: NU Sahabat PDIP

“Tapi kebersamaan ini kok semacam ada perubahan. Mungkin itu yang ingin beliau sampaikan secara langsung,” ujarnya.

Kendati demikian, Resiko memandang pertemuan Paloh dengan Sohibul Iman merupakan strategi dalam menghadapi pemilu 2024. “Hal yang wajar bagian strategi menghadapi 2024,” kata Eriko.

Namun, ia tidak berprasangka buruk apakah NasDem hendak membuat poros baru dengan PKS. Ia mengembalikan kepada publik untuk menilai manuver-manuver dan konsistensi tiap partai politik.

“Mari kita berprasangka positif, berikan kesempatan nanti kan Bapak Presiden akan mengevaluasi kabinetnya seperti apa, ini yang kita tunggu nanti seperti apa tindak lanjut dari rekan-rekan kita yang ada di kabinet,“ kata Eriko.

Sementara, direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai Presiden Jokowi keberatan dengan manuver yang dilakukan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Meski Jokowi memiliki humoris tinggi, tapi sindiran itu tidak boleh dianggap sepele oleh Paloh.

Baca Juga:  PAN Sentil Jokowi Soal Gaya Demokrasi

“Manuver Pak Surya Paloh tentu dia (Jokowi) keberatan. Karena beliau kan di koalisi, tentu harus disiplin tertib, harus loyal,” kata Pangi kepada Indonesiainside.id.

Jokowi lebih memilih menggunakan kata-kata humoris untuk menegur agar Paloh tidak tersinggung. “Itu artinya penting untuk didengar oleh Surya Paloh,” katanya.

Di mengatakan, NasDem sejak dulu memang sangat piawai dalam mengelola bandul politik. Ia tak mengatakan dengan tegas sebagai oposisi. “Dia tetap menjaga hubungan baik dengan pemerintah, tetapi dia tetap bermanuver untuk kepentingan jangka panjang,” ucapnya.

(EP/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of