Soal RUU P-KS, Fraksi Gerindra; Ada Anggota DPR Belum Paham Masalah

0
Demonstran yang tergabung dalam Aliansi Muslimah Aceh mengusung poster dan spanduk menandatangani selembar spanduk sebagai pernyataan sikap menolak RUU P-KS saat aksi damai di gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin (8/4). Foto: Antara

Oleh: Azhar AP

Semaranginside.com, Jakarta – Pembahasan Rancangan Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual ( RUU P-KS) berlarut-larut. Penyebabnya adalah, adanya anggota DPR RI yang tak memahami secara utuh bagaimana rancangan undnag-undang tersebut.

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Menurut dia, Komisi VIII DPR tidak hanya membawahi urusan perempuan, tapi juga membidangi sosial dan agama. Dengan begitu, tidak semua anggota berpengalaman menyelesaikan urusan perempuan. Apalagi menyangkut kesehatan reproduksi.

Baca Juga:  Ini Dia 10 Anggota Termuda DPR RI 2019-2024

“Jadi bayangkan, ini bapak-bapak, ibu-ibu, yang pakarnya soal haji, umroh, tiba-tiba harus bicara soal kesehatan reproduksi perempuan,” katanya di Jakarta, Kamis (19/9).

Dengan kompleksitas di komisi, kata dia, tidak heran kalau pembahasan RUU P-KS cukup berlarut-larut. Dia juga tidak memungkiri ada sejumlah pasal dalam draf RUU PKS yang dinilai kontroversial sehingga menimbulkan tafsir yang berbeda.

Meski begitu, dia menilai perlunya pembahasan yang komprehensif dari pihak yang pro maupun yang kontra. Dia mengatakan perbedaan ideologi hendaknya jangan menjadi hambatan untuk tidak membahas RUU yang sebetulnya sangat penting ini.

Baca Juga:  Kompromi Politik, Ini Paket yang Diajukan Gerindra

“Ayo kita bahas pasal mana saja yang jadi permasalahan. Karena kalau tidak dibahas bagaimana mau diurai. Ruhnya sih katanya (semua) setuju tapi bagaimana melakukannya itu yang belum ada titik temunya,” kata Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (Aza/Ant/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of