Sofyan Basir: Saya Bersyukur

0
Dirut (nonaktif) PT PLN, Sofyan Basir. Foto: Istimewa

Oleh: Rudi Hasan

Semaranginside.com, Jakarta – Sofyan Basir mengucap syukur seusai diputus bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini. Mantan dirut PLN itu pun berjanji akan berbuat yang terbaik untuk masyarakat.

“Saya bersyukur, Allah kasih terbaik, bebas. Kita bisa bebas di luar, berbuat terbaik untuk masyarakat,” ungkap Sofyan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (4/11).

Sofyan diputus bebas dari ancaman pidana 5 tahun di peradilan tingkat pertama. Majelis juga membaskan Sofyan dari hukuman denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief menyatakan, pihaknya akan menimbang langkah kasasi atas putusan bebas terhadap terdakwa kasus korupsi proyek PLTU Riau-1 itu.

Baca Juga:  Kekhawatiran para Pegawai KPK

“Ya kan permohonan banding itu perlu waktu. Punya waktu antara sehari, dua hari, tiga hari. Biasanya jaksa-jaksanya datang ke kantor dulu untuk itu pasti mereka ambil sikap pikir-pikir,” ujar Laode.

Menurut dia, langkah kasasi atas putusan Sofyan memungkinkan untuk dilakukan KPK. Sebab, putusan itu berada di tingkat pertama, yang artinya masih ada langkah hukum selanjutnya yang bisa ditempuh.

“Oleh karena itu kami ingin pelajari lebih detail lagi untuk menentukan sikap selanjutnya,” kata Laode.

Hakim pengadilan tindak pidana korupsi memutus terdakwa Sofyan Basir bebas. Terdakwa kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Riau-1 itu dinyatakan tidak terbukti melakukan tindakan pidana seperti yang dituduhkan jaksa.

Baca Juga:  Bupati Ditahan KPK, Gubernur Perintahkan Wabup Jepara Ambil Alih Pemerintahan

“Membebaskan oleh karena itu dari segala dakwaan,” kata hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/11).

Dalam amar putusan, Ketua majelis hakim Hariono, menyatakan Sofyan tak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan penuntut umum dalam dakwan pertama dan kedua. Sofyan tidak melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.

“Memerintahkan terdakwa Sofyan segera dibebaskan dari tahanan dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, harkat serta martabatnya,” ujar hakim.

(AIJ/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of