Sosok KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari Diangkat ke Layar Lebar

0

Oleh: Suyono Sugondo

Semaranginside.com, Yogyakarta – Persahabatan dua ulama dan tokoh besar Indonesia KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari sebentar lagi bisa dinikmati dalam bentuk film. Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah itu akan hadir dalam bentuk film semidokumenter berjudul “Jejak Langkah 2 Ulama”.

Kedua tokoh pendiri organisasi besar tersebut memang kawan karib. Bahkan pernah menimba ilmu pada satu guru di Tanah Suci Makkah. Sejatinya dua organisasi yang didirikan itu adalah saudara kembar yang tak terpisahkan.

Namun, dalam sejarah perjalanannya kerap kali menemui kerikil perbedaan yang cukup tajam. Berangkat dari keresahan itu, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, menggagas produksi film semidokumenter “Jejak Langkah 2 Ulama”.

Film ini mengisahkan perjalanan Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari. Kehadirannya pun diharapkan menjadi perekat dua organisasi bersejarah itu.

Ketua LSBO PP Muhammadiyah Sukriyanto AR mengatakan, gagasan menghadirkan film tentang kisah dua ulama besar itu untuk menjawab banyak keresahan. Tak hanya menyoal hubungan NU dan Muhammadiyah.

Tema-tema yang diangkat juga menyangkut keresahan umat Islam Tanah Air tentang kekerasan, bom, caci maki, dan terorisme. “Padahal kedua ulama ini telah mengajarkan kepada kita untuk berdakwah dengan cara yang menyejukkan, menyegarkan, damai, dan penuh toleransi,” kata Syukrianto di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (24/7).

Menurutnya, dengan mendirikan dua organisasi besar yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), kedua ulama itu berhasil menanamkan ajaran Islam yang damai. Keduanya hadir untuk meneduhkan, toleran, mencerahkan, dinamis, membangun, dan mempersatukan bangsa.

Baca Juga:  Teror Bom Kartasura, Ganjar: Pelaku Sudah Ditangani, Masyarakat Jangan Takut!

“Kehadiran film yang akan mulai digarap pada Agustus 2019 itu memiliki misi untuk memperlihatkan kedekatan hubungan NU dan Muhammadiyah,” kata Syukriyanto.

Menurut dia, Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari, sama-sama pernah mengaji pada guru yang sama yakni KH Saleh Darat, Semarang. Sama-sama pernah belajar kepada KH Cholil Bangkalan dan juga kepada beberapa ulama di Makkah yaitu Syeh Ahmad Khatib Al Minagkabauwy, Syeh Al Bantany, Kyai Dimyati asal Tremas.

Karena memiliki misi untuk mengedukasi masyarakat luas, film ini tidak diputar di bioskop. Sesuai rencana, film ini akan diputar dengan layar tancap di tengah masyarakat.

“Karena yang ingin kita edukasi bukan hanya orang-orang kota, tetapi juga masyarakat pinggiran yang tidak bisa mengakses bioskop,” kata dia.

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi gagasan pembuatan film itu. Menurut dia, saat ini banyak yang hanya menempatkan Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari sebagai tokoh primordial. Namun tidak tahu sejarah keduanya serta kedekatan hubungan keduanya dalam membangun bangsa.

Menurut Haedar, kedua ulama ini tidak pernah saling merendahkan. Justru sebaliknya, saling menghormati ketika memiliki perbedaan pandangan. Keduanya juga memiliki misi sama untuk membangun karakter bangsa.

Baca Juga:  Diboikot Nitizen, CEO Bukalapak Minta Maaf

”Selain menanamkan nilai Islam yang moderat, Islam yang damai, tapi juga membawa pembaruan untuk kemajuan bangsa. Ini perlu menjadi ‘role model’ generasi baru,” kata Haedar.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah ) mengatakan dengan memperkenalkan kedua tokoh melalui film, masyarakat lebih mudah mengetahui lebih dalam keteladanan mereka.

“Kedua tokoh ini adalah dua di antara empat raksasa umat Islam pada zaman itu,” kata Gus Sholah.

Menurut Gus Sholah, keempat tokoh yang dimaksud selain Kiai Ahmad Dahlan, dan Kiai Hasyim Asy’ari juga ada Umar Said Cokroaminoto dan Agus Salim.

“Dengan kerja sama ini saya pikir kita bisa bersama-sama menyampaikan kepada masyarakat bagaimana perjuangan para tokoh ini,” kata dia.

Sutradara Film, Sigit Ariansyah mengatakan pemeran Kiai Hasyim Asy’ari maupun Kiai Ahmad Dahlan tak melibatkan artis-artis papan atas dan diprioritaskan dari kader NU dan Muhammadiyah.

“Seperti untuk pemeran Kiai Hasyim saya wajibkan memiliki keahlian membaca kitab kuning dan fasih melafalkan bahasa Arab,” kata dia.

Kiai Hasyim Asy’ari saat dewasa akan diperankan oleh Gus Reza yang merupakan cucu dari Kiai Hasyim atau sepupu dari Gus Solah. Sedangkan untuk pemeran Kiai Ahmad Dahlan, hingga saat ini masih dalam proses casting.

“Sekarang yang belum menemukan adalah pemeran Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari kecil,” kata Sigit. (Aza/Sug/INI Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of