Spencer Bakalar dan “Firsts” di Semarang

0
Spencer Bakalar di Unika Soegijapranata. Foto : unika.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Produser video di Time, Spencer Bakalar baru-baru ini datang ke Semarang. Dia menghadiri forum di Unika Soegijapranata (8/7) dan Studio Dreamlight World Media (9/7). Spencer berbicara tentang Firsts, filmnya bersama Diane Tsai yang berbentuk dokumenter kompilasi wawancara dengan para tokoh wanita di Amerika

Spencer Bakalar bergabung dengan Time pada 2016. Firsts merupakan sebuah proyek multimedia luas yang menampilkan 46 wanita inovatif. Sebelum di Time, dia bekerja di Los Angeles Times, di mana dia memproduksi dan mengedit proyek jangka panjang, mulai dari ketidakadilan lingkungan di timur Los Angeles hingga tenaga kerja pertanian di Meksiko. Dia juga anggota tim yang menghasilkan film 100 Galon yang dinominasikan Emmy. Spencer lulus dari University of North Carolina di Chapel Hill dan saat ini tinggal di New York City.

“Tujuan kami bersama Firsts adalah agar setiap wanita dan gadis menemukan seseorang yang ada di puncak kesuksesan dan mengatakan kepadanya bahwa aman untuk naik, naiklah, pemandangannya spektakuler,” ujarnya dikutip dari situs resmi American Showcase.

Baca Juga:  Tonton Film Berlangganan tapi Gratisan, Coba Langkah Ini

Spencer berbagi pengalamannya yang menarik dan inspiratif saat berbicara di kedua forum tersebut. Menurut Spencer, “Ini (Firsts) bukan saja kerja keras saya, tapi juga merupakan cinta saya selama ini dalam dunia media. Selama dua tahun saya melakukan wawancara pada 50 perempuan yang merupakan orang pertama di bidang masing-masing.”

Dia juga mengungkapkan, dalam film tersebut penonton bisa menemukan kisah-kisah perempuan yang mendobrak banyak bidang yang selama ini dikuasai laki-laki.

Dari 50 tokoh itu, beberapa itu di antaranya adalah Hillary Clinton, Shonda Rhimes, Aretha Flanklin, Ann Dunwoody, Mo’ne Davis, Alice Waters, Rita Moreno, Niki Haley, Patricia Bath, Danica Patrick, Michelle Phan, Serena Williams, Kathryn Sullivan ddan beberapa yang lain. Para perempuan ini, bergerak di berbagai bidang. Di samping itu, mereka juga dari berbagai macam ras di Amerika Serikat, antara lain negro, latin, dan asian american.

Film ini memuat para perempuan yang tinggal di Amerika dan yang pertama (pioneer) di bidang  masing-masing misalnya wanita pertama yang berjalan di bulan dan berbagai kategori lainnya, namun para tokoh yang dimuat memiliki kriteria sebagai yang pertama kali mencetak prestasi.

Baca Juga:  Pola Asuh Anak yang Dikepung Internet : Kendalikan, Jangan Melarang

“Film ini bertujuan untuk membuktikan bahwa perempuan juga dapat mencapai sukses di level tertinggi,” jelas Spencer dikutip dari situs resmi Unika Soegijapranata.

Dia juga mengungkapkan, para tokoh tersebut selalu mencintai apa yang dilakukannya.

“Kita melihat orang-orang ini mencatat banyak hal misalnya bisa mendarat di ruang angkasa, di dunia militer, atau musik. Mereka selalu mengatakan, saya tidak pernah berpikiran bisa menjadi seperti itu. Yang saya lakukan apa yang saya cintai dan tak pernah ada target untuk ke sana,” tambahnya.

Pembuatan film dokumenter tersebut memakan waktu peliputan 1 tahun  (2016-2017) dan terdiri dari 50 episode (series).

Sementara menurut Dr Rustina Untari selaku Ketua Pusat Studi Wanita Unika Soegijapranata, pesan yang disampaikan dalam film ini juga sejalan dengan misi lembaga yang dipimpinnya yang ingin memajukan perempuan terutama di Indonesia.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of