Statistik Messi, Sinyal Tak Berjodoh di Timnas Argentina

0
Lionel Messi, Kapten Timnas Argentina. Foto: Fox Sport.

Lionel Messi, salah satu nama pesepakbola yang ‘’paling’’ saat ini. Paling banyak raihan trophi, paling banyak pendapatannya, paling tenar. Ia adalah legenda. Tapi itu semua di level klub, Barcelona. Di level timnas, ‘’Messi Mess’’ atau sangat berantakan jika dilihat dari statistik yang ia catatkan.

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Dua tahun lalu, atau tepatnya 27 Juni 2015, Kapten Timnas Argentina Lionel Messi menyatakan gantung sepatu. Kala itu, negaranya keok di laga final Copa America dari Chile dalam drama adu penalti 2-4. Messi yang dijuluki the Messiah malah jadi pecundang. Tendangan pinaltinya gagal.

Statistik yang ia torehkan di level klub dan timnas bak langit dan bumi. Di klub, empat kali memenangi Liga Champion, 10 kali kampiun Liga Spanyol, Enam kali Piala Spanyol, Tiga kali jadi pemain terbaik eropa dan lima kali merengkuh FIFA Ballon dÓr. Raihan yang sangat mentereng.

Bandingkan di level timnas, berapa trophi mayor? Nihil.

Baca Juga:  Mudik, Jateng Waspadai Cacar Monyet

Hal ini seakan menjadi cela bagi kesempurnaanya di level klub. Maka, sebelum Copa America 2019 dihelat, striker Argentina Sergio Aguero sempat menyatakan akan berjuang meraih trophi Copa Amerika untuk Messi. Namun harapan sepertinya tinggal harapan.

Argentina lagi-lagi kandas di ajang tersebut. Pagi tadi Tim Tango kalah dari musuh bebuyutannya Brazil, 0-2. Roberto Firmino dan Gabriel Jesus, dua nama yang mengandaskan harapan Messi.

Tapi jika dilihat dari statistik Messi di Timnas, sebenarnya tak bagus-bagus amat. Data yang dilansir Whoscored Di Copa America 2019, dari lima pertandingan, pemain bernomor punggung 10 itu membukukan 16 shot namun hanya satu yang menjadi gol. Itu pun dari eksekusi penalti saat melawan Paraguay di fase grup.

Statistik lain dari Messi yang dilansir Squawka, ada 15 pelanggaran pada pemain nomor punggung 10 itu. Namun, Messi masih menjadi pemain yang paling sering menggiring bola melewati lawan dengan catatan 20 kali. Messi juga sementara ini menempati peringkat teratas sebagai pemain paling banyak mengkreasi peluang. Ada sembilan peluang yang dihasilkan pemain 32 tahun itu.

Baca Juga:  Cari Sapi Idul Kurban, Awas Pemkab Gunungkidul Tetapkan Zona Merah Antraks

Statistik Messi di Copa America 2019 masih jauh di bawah catatannya kala bertanding di Copa Amerika 2016. Saat itu La Pulga bermain lima kali dan membukukan lima gol dan empat asist. Sementara di Copa Amerika sebelumnya menorehkan enam pertandingan dengan satu gol dan tiga asist. Sementara itu di ajang piala dunia 2018, Messi bermain empat kali dengan hasil satu gol dan dua asis.

Jika tidak gantung sepatu, Messi jelas masih memiliki kesempatan untuk menutup cela prestasi di Timnas. Ia bisa saja bermain di ajang berikutnya.

Namun kini musuhnya bukan hanya pemain dari timnas lain yang sama-sama mengejar trophi, tapi juga usia. Tanggal 24 Juni kemarin, Messi telah berusia 32 tahun.

Selamat Berjuang Messi.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of