Status Rommy Tersangka, PPP Jateng Minta Pergantian Ketum

0
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rommahurmuziy bersama Masruhan Samsurie di Semarang.

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Status tersangka Ketum PPP Romahurmuziy harus segera ditindaklanjuti oleh DPP PPP dengan pergantian pucuk pimpinan. Hal itu dinilai penting karena saat ini PPP tengah menghadapi pertarungan Pileg 2019 dan ditarget lolos parliamentary threshold 4%.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah Masruhan Samsurie mengatakan nama-nama yang patut menggantikan Rommy adalah para wakil ketua umum DPP PPP. Satu nama yang ia sebut adalah Arwani Thomafi.

“Kami mengusulkan pada DPP untuk secepatnya melakukan pergantian ketum dengan mekanisme AD/ART PPP. Yang patut menggantikan dan sesuai aturan partai yakni para Waketum. Diantaranya ada Arwani,” kata Masruhan, Sabtu (16/3).

Jika ada figur lain yang diusulkan, lanjutnya, bisa saja. Namun harus memberikan angin segar dan kebaikan pada PPP di Pemilu 2019 ini. Bahkan dalam proses pergantian, usulnya, harus dikonsultasikan pada Rommy. Alasannya, Rommy dianggap sebagai Ketum yang berhasil meletakkan dasar penataan dan penyegaraan PPP.

Baca Juga:  KPK Tanggapi Fitnah "Kumpulkan Mahasiswa"

Menururt Ketua Komisi A DPRD Jateng ini keberhasilan Rommy diantaranya terlihat dari di Pilkada serentak di Jateng 2018. Mendudukkan Taj Yasin sebagai Wagub Jateng, empat kader PPP jadi kepala daerah, dan menyelamatkan PPP dari dualisme di pusat sampai terpenuhinya persyaratan sebagai peserta pemilu. Ia meminta kerja keras Rommy ini harus bisa diteruskan oleh penggantinya. Pertimbangan lain yang harus didapat adalah dari Ketua Majlis Syariah KH Maimoen Zuber.

Meski Ketum PPP terjerat OTT KPK, namun Masruhan optimis PPP lolos parliamentary threshold dan bisa meraih minimal 10% di Jateng. Menurutnya, kasus tersebut juga tak mengganggu suara loyalis pada Jokowi-Amin.

Baca Juga:  Pileg DPRD Jateng, Ini Nama Caleg Peroleh Suara Tertinggi di Dapil II

“Untuk kasus Rommy saya mendukung upaya penegakan hukum sebagaimana kebijakan Presiden Jokowi. Meskipun ini sangat menyakitkan menimpa pada seorang Romy, politikus muda potensial yang bisa dikatakan santri par-excellence di dunia politik,’’ katanya.

Sebagaimana diketahui, Rommy bersama empat orang lain ditangkap KPK di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3) pagi. Di antara empat orang itu terdapat Kepala Kanwil Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, M Muafaq Wirahadi. KPK juga menyita sejumlah uang dari lokasi operasi tangkap tangan (OTT) kemarin. Nilai uang itu Rp156,75 juta.

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of