Sultan Brunei Kembalikan Gelar Kehormatan dari Universitas Oxford

0
Sultan Hassanal Bolkiah. Foto: Istimewa

Oleh: Nurcholis |

Semaranginside.com, Jakarta – Sultan Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah mengembalikan gelar kehormatan yang diberikan kepadanya oleh Universitas Oxford, setelah reaksi global yang dipimpin oleh selebriti termasuk George Clooney dan Elton John karena pemberlakuan hukum syariah yang diperkenalkan oleh Brunei.

Sedikitnya 120.000 orang telah menandatangani petisi pada bulan April yang menyerukan Universitas Oxford mencabut gelar kehormatan yang diberikan pada Sultan Brunei tahun 1993, raja terpanjang kedua di dunia dan perdana menteri negara kaya minyak itu.

Universitas Oxford mengkonfirmasi masalah ini dan memberi tahu Sultan Brunei bahwa keputusan itu dibuat pada 6 Mei sebelum diumumkan kemarin.

Sultan Hasanal Bolkiah sebelumnya menerima kritik besar-besaran di tingkat internasional setelah mengumumkan penerapan hukum syariah pada 3 April.

“Sebagai bagian dari proses peninjauan, universitas mengirim pemberitahuan  pada sultan pada 26 April 2019, meminta pandangannya pada 7 Juni 2019,” kata universitas itu dalam pernyataan melalui emailkepada Thomson Reuters Foundation.

“Melalui surat tertanggal 6 Mei 2019, sultan menjawab dengan keputusannya untuk mengembalikan gelar.”

Negara kecil di Asia Tenggara itu telah memicu protes ketika mengumumkan penerapan  hudud (hukum Islam) pada 3 April, yang menghukum sodomi, perzinahan, dan pemerkosaan dengan hukuman mati, termasuk hukuman rajam.

Namun, untuk meringankan situasi, katanya, hukuman mati tidak akan diterapkan dalam implementasi perubahan kode kriminal.

Selebritas internasional seperti George Clooney dan Elton John mengutuk langkah tersebut dan juga mendesak seluruh dunia untuk memboikot jaringan hotel yang dimiliki Sultan Brunei.

Berbicara mengenai penolakan negara-negara Barat terhadap penerapan hukum Syariah di Brunei, Sultan Hasanah Bolkiah menegaskan bahwa negaranya adalah negara yang “adil dan bahagia”.

“Siapa pun yang datang untuk mengunjungi negara ini akan memiliki pengalaman manis, dan menikmati lingkungan yang aman dan harmonis,” katanya.

Brunei Darussalam adalah negara pertama di Asia Tenggara yang menegakkan hukum Syariah seperti Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya, kutip AFP.

Tidak ada pernyataan resmi para pejabat Brunei terkait penerapan hukum pidana syariah. Namun diyakini,  penerapan hudud diberlakukan mulai April 2019. (cak/Ags/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of