Sungai Tak Hanya untuk Antisipasi Banjir

0
Mochamad Hisam Ashari ST selaku Kepala Seksi Pengelolaan dan Pengembangan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang pada diskusi di Unika. Foto : unika.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Pengembangan sungai di Kota Semarang ditujukan tak hanya untuk penanganan banjir. Tempat tersebut juga digunakan untuk wisata. Contohnya yakni Bridge Fountain yang ada di Banjir Kanal Barat.

Hal itu diungkapkan Mochamad Hisam Ashari ST selaku Kepala Seksi Pengelolaan dan Pengembangan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang pada diskusi bertemakan Problematika Banjir dan Rob, Tantangan untuk Mengatasinya di Unika Soegijapranatan. Forum tesebut digelar Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Selasa (1/10) di gedung Henricus Constance ruang A61.

Hisam yang juga alumni Unika lebih lanjut memaparkan tentang upaya penanganan bencana banjir dan rob oleh DPU Kota Semarang.

“Permasalahan drainase di kota Semarang sebelah utara adalah penurunan tanah rata-rata 10 cm per tahun. Yang kedua adalah topografi kota Semarang yang berbukit di wilayah selatan. Ketiga adalah alih fungsi lahan, dan keempat adalah masalah sampah yang antisipasinya dengan sosialisasi ke masyarakat melalui pihak terkait di masyarakat yang berkesinambungan,” ujarnya dikutip dari situs resmi Unika.

Baca Juga:  LAZNAS Dewan Da’wah Beri Mitigasi Bencana

Selain itu dia juga mengatakan, beberapa penanganan konsep banjir kota Semarang yaitu di wilayah hulu dan hilir ada saluran yang bisa mengurangi debit air dengan sistem pompa dan tanggul laut.

“Penanganan lainnya dengan pembersihan sedimen pada saluran-saluran kecil agar tidak tertutup atau bisa menampung air lebih banyak dan memperlancar aliran air, serta dibangunnya sistem drainase yang termonitor secara teratur dan realtime yang terpantau melalui CCTV,” tambahnya.

Lebih lanjut Hisam juga menuturkan ada beberapa program yang dilakukan untuk penanganan bencana banjir di kota Semarang, antara lain normalisasi sungai sekitar 12 titik, pembangunan polder Sungai Banger, penataan daerah aliran dan bantaran sungai, pembangunan pompa wilayah timur, serta normalisasi sungai Banjir Kanal Timur.

Baca Juga:  Tiga Mahasiswa Unika Studi ke Taiwan

Ir Widija Suseno W MT mewakili Ketua Program Studi Teknik Sipil mengungkapkan, forum tersebut digelar rutin.

“Acara forum diskusi diselenggarakan setiap bulan, yang banyak mengulas topik di luar yang dibahas di perkuliahan. Harapannya dengan acara ini akan semakin memperkaya wawasan pengetahuan dan pengalaman para mahasiswa atau peserta diskusi yang hadir dari kalangan dosen dan praktisi di luar Unika Soegijapranata,” jelasnya.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of