Surabaya Jadi Percontohan Pencegahan Stunting

0
ilustrasi persoalan stunting. Foto: INI-Network

Oleh: Jee Jaini

Semaranginside.com, Surabaya – Pemkot Surabaya memiliki Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program PMT tersebut sudah mencakup kepada 893 lembaga dengan total 32.351 peserta didik Pos PAUD Terpadu (PPT).

Dari program ini, Surabaya pun dipilih kota percontohan percepatan pencegahan stunting di Indonesia. Penunjukkan itu dilakukan oleh Dirjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Penunjukkan tersebut untuk tahun 2020 mendatang,” ujar Kabid Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat, Kesenian dan Olahraga Pendidikan (PDKOP) Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Thussy Apriliyandari, Senin (21/10).

Baca Juga:  Sebulan Jadi Menko, Muhadjir Effendy Akui Belum Paham Stunting

Sebagai kota percontohan percepatan pencegahan stunting, menurut dia, pihaknya harus menggeber langkah-langkah strategis. Misalnya memastikan bakal melakukan percepatan.

“Salah satunya melalui program PMT ini,” kata Thussy.

Menurut dia, stunting adalah kumpulan gejala, tidak hanya aspek dari tinggi badan, tapi juga aspek-aspek lain. Selain itu, di pada anak pendek tersebut, ada gejala kesehatan kecerdasan. Hal itu membuat penyebab stunting tidak hanya dari makanan, tapi bisa dari kesehatan lingkungan dan lainnya.

“Kita sudah berkeliling ke titik Surabaya, memberikan pelatihan kepada puluhan pengelola PPT dalam rangka kegiatan pencegahan stunting ini,” lanjutnya.

Baca Juga:  Penanganan Stunting Harus Libatkan Berbagai Sektor

Sementara itu Kepala Dispendik Ikhsan menyatakan program PMT bertujuan mencegah stunting bagi anak. Diberikannya PMT ini dalam bentuk kudapan dan bukan makanan pokok, dengan waktu sebulan dua kali.

Ia menyatakan pihaknya terus memaksimalkan penerapan program PMT tersebut. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan review kepada pengelola PPT di Surabaya.

“Tujuannya untuk memberi pengetahuan kepada orang tua peserta didik dalam memperbaiki pola makan anak dan meningkatkan kualitas makanan yang sehat dan bergizi,” kata Ikhsan. (Jee/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of