Tak Diberi Jatah Menteri, PBNU: Jokowi Bisa Kualat

0
Nahdlatul Ulama. Foto: Antara

Oleh: Muhajir

Semaranginside.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo alias Jokowi resmi mengumumkan para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju pada Rabu (23/10). Namun, dari semua nama-nama yang menjadi menteri, tak satupun dari kader Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

PBNU mengaku kecewa dengan keputusan Jokowi terkait komposisi kabinet. Padahal, banyak kader NU yang memiliki kemampuan untuk menjadi pembantu presiden

Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, Ridwan Darmawan, mengatakan, sebelumnya muncul kabar Jokowi bakal menjadikan kader NU sebagai Menteri Agama. Namun, nyatanya hal itu tidak terwujud.

Ridwan mengatakan, seharusnya Jokowi menghargai kontribusi warga NU saat ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2019 lalu. Ini karena warga MU berjibaku bersama para petinggi NU untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca Juga:  Pilkada 2020, PKB Jateng Targetkan Kemenangan di 10 Wilayah Ini

Ridwan menyayangkan sikap Jokowi yang tidak menghargai ‘keringat’ warga NU. Mestinya Jokowi melihat siapa yang telah membantu mengantar dia duduk di kursi presiden.

“Di NU sangat banyak pengurus dan tokoh yang berkualitas untuk mengisi pos menteri agama. Pak Jokowi bebas memilih, asal kader NU dan dekat dengan ulama, jika tidak diberikan ke NU saya yakin Presiden Jokowi bisa kualat,” kata Ridwan melalui keterangan persnya, Rabu (23/10).

Sementara, tokoh muda NU sekaligus Sekjen Forum Silaturahmi Bangsa (FSB), Taufiq Damas, mengatakan sedikit kecewa dengan keputusan Jokowi. Namun, ia mengaku tidak marah.

“Ada yang tanya ke saya, setelah kabinet dilantik, apakah NU marah? Saya jawab, enggak. Orang NU itu enggak gampang marah. Kecewa sedikit itu biasa. Namanya punya harapan, kadang senang kadang kecewa,” kata Taufiq Damas, hari ini.

Baca Juga:  NasDem Mengaku tak Diajak Jokowi Bahas Jatah Menteri

Taufiq mengklaim ada pihak yang salah paham terkait perjuangan NU. NU berjuang melawan kelompok radikal-ekstrimis, bukan mendapatkan jabatan politik.

Perjuangan NU didasari oleh kesadaran penuh bahwa Islam tidak boleh dibajak oleh kepentingan kaum radikal-ekstrimis.”Dalam konteks ini, ideologi NU sangat kokoh dan lengkap,” kata dia.

Dia mengatakan, siapapun presiden dan menteri, NU akan retap berjuang menunjukkan wajah Islam yang ramah, sejalan dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara politik praktis hanya sampingan.

“Selamat bertugas kepada Pak Jokowi dan KH. Maruf Amin serta menteri-menteri kabinet yang baru dilantik, semoga sukses mengemban amanat rakyat,” kata dia.

(EP/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of