Target Pertumbuhan Ekonomi 7%, Trans Jateng Buka Koridor di Kawasan Industri dan Pariwisata

0
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Satriyo Hidayat. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 7 persen, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melakukan langkah memfasilitasi para pekerja di Kawasan Industri Kendal (KIK) dengan angkutan massal Trans Jateng. Rencananya, Trans Jateng dengan rute Semarang – Kendal ini akan diluncurkan 28 Oktober 2019 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Satriyo Hidayat mengatakan, sebanyak 14 unit armada Trans Jateng akan melayani rute baru ini. Kemudian, pihaknya akan mengembangkan feeder atau angkutan kecil yang beroperasi di KIK untuk kemudian dialihkan ke shelter Trans Jateng.

“Dengan demikian, kami harapkan para pekerja yang ada di KIK nantinya bisa lebih memilih angkutan umum yang kami sediakan,” ungkapnya, Rabu (23/10).

Baca Juga:  Trans Jateng Buka 73 Lowongan untuk Rute Semarang-Kendal, Ini Persyaratannya

Satriyo menambahkan, tarnsportasi umum yang disediakan diharapkan mampu mengurangi beban biaya transportasi bagi buruh, pelajar, veteran dan juga masyarakat umum dengan memberikan tarif murah, yakni Rp 2.000 untuk pelajar, veteran dan buruh, serta Rp 4.000 untuk umum.

Saat ini pihaknya sedang memformulasikan terkait identitas buruh atau pekerja informal bersama dinas terkait. Hal ini untuk memberikan perbedaan antara masyarakat umum yang menggunakan Trans Jateng dan pekerja yang rutin setiap hari menggunakan Trans Jateng sebagai moda transportasi andalannya.

“Yang kami harapkan, teman-teman buruh terfasilitasi dan terbantukan dengan adanya tarif murah ini. Jangan sampai nantinya mereka tidak ter-cover tarif Rp 2.000 ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pansus Menolak, Investasi Cina Rp 35 Triliun Terancam Kandas

Selain mendukung perkembangan industri, Trans Jateng juga akan melakukam upaya mendukung perkembangan ekonomi di bidang pariwisata dengan adanya transportasi massal yang terkoneksi, maka kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di kawasan Borobudur.

Dia menyebutkan, koridor yang akan beroperasi pada 2020 mendatang ini dinamakan Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, Magelang dan Temanggung). Selain itu, Trans Jateng akan membuka koridor lagi di Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten).

“Saat ini, sosialisasi kepada operator eksisting, stakeholders dan masyarakat calon pengguna sudah dilakukan di dua koridor itu,” terangnya.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of