Ternyata, Beli TV Digital Siarannya Kok Analog

0
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. Foto: Istimewa

Oleh: Eko P

Semaranginside.com, Jakarta – Indonesia dinilai telat masuk ke TV digital dari negara-negara lain. Kominfo telah memiliki strategi migrasi penyiaran digital dan penyiapan payung hukum untuk menghadapi Analog Switch-Off (ASO) dengan memasukkan isu tersebut ke dalam fokus program kerja tahun 2020.

“Kita harus persiapkan pergerakan digital. Negara-negara di dunia sudah masuk ke digital,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate di Jakarta, Selasa(12/11).

“Di Indonesia kasihan rakyat beli TV-nya TV digital siarannya siaran analog. Yang rugi siapa? Masyarakat. Pemerintah tidak mau masyarakat rugi,” lanjut dia.

Baca Juga:  Aturan IMEI Anyar, Menkominfo; Jumlah Terdampak Hanya Sedikit

Dalam rangka penyiapan ekosistem terutama masyarakat sebagai penerima, Kominfo telah menetapkan sejumlah langkah strategis penyiaran simulcast, siaran bersamaan antara digital dan analog.

Pertama, pembentukan task force untuk koordinasi lintas Kementerian/Lembaga. Selanjutnya, perencanaan infrastruktur di 22 provinsi yang belum terdapat partisipasi swasta.

Saat ini, pemerintah sedang melakukan pembentukan task force dan mendorong partisipasi simulcast di 12 provinsi.

Pada Januari 2020, penyiaran simulcast ditargetkan beroperasi di 12 provinsi. Selanjutnya, pada Maret 2020, pemerintah akan melakukan persiapan penyiaran simulcast di 22 provinsi.

Baca Juga:  Aturan IMEI Anyar, Menkominfo; Jumlah Terdampak Hanya Sedikit

Kominfo menargetkan penetapan Revisi UU Penyiaran pada Desember 2020. Penyiaran simulcast ditargetkan dapat dinikmati di seluruh Indonesia pada April 2021.

Puncaknya, pada April 2022 siaran tv analog dapat seluruhnya beralih ke digital tepat Hari Penyiaran Nasional 2022.

(EP/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of