Tim Khusus Kejati Jateng Bongkar Lima Kasus Korupsi Besar

0
Pembentukan tim Satgasus Kejati Jateng untuk menangani perkara korupsi. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng membentuk tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) penanganan tindak pidana korupsi di Jawa Tengah yang terdiri dari 26 personel. Saat ini terdapat lima perkara baru tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Kejati.

Menurut Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng, I Ketut Sumedana mengatakan pembentukan tim khusus penanganan tindak pidana korupsi tersebut mencontoh Kejaksaan Agung (Kejagung) yang bertujuan untuk efektivitas dan optimalisasi penanganan tindak pidana korupsi.

Tim tersebut tidak hanya dikhususkan untuk penindakan saja, melainkan juga untuk melakukan pencegahan dan dituntut untuk dapat meningkatkan penanganan perkara baru. Kejati menginginkan adanya penuntasan kasus yang tepat waktu dan tidak ada tunggakan.

Baca Juga:  ‘Gunungan’ Uang di Rumah Gubernur Kepri Disita KPK

Dia menyebutkan ada dua tim khusus yang dibentuk, yaitu tim penyidikan dan penyelidikan. Setelah kedua tim tersebut menyelesaikan tugasnya maka berkas diserahkan ke tim penuntutan untuk dibawa ke persidangan.

Dia mengatakan, dalam tim khusus ini, terdapat beberapa personel dari daerah. “Kami mengambil sedikit saja personel dari daerah. Cuma aja enam sampai tujuh orang saja yang dari daerah.  Sisanya tim lama yang diefektifkan,” kata dia, Rabu (9/10).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Yunan Harjaka mengatakan adanya tim Satgasus tersebut diharapkan penanganan tindak pidana korupsi bisa lebih efektif dan optimal.  Hal ini diharapkan hasilnya dapat tuntas dan berkualitas.

Baca Juga:  Kebakaran Gunung Slamet Meluas hingga Banyumas

Kajati mengatakan, ada proses seleksi untuk mengisi personel tim satgasus. Pihaknya menyeleksi personel dari sejumlah Kejari di Jawa Tengah.

Menurut Kajati personel yang ditempatkan di Satgasus tidak hanya berasal dari bidang pidana khusus saja. Ada juga personel dari bidang lain yang ikut bergabung dalam tim tersebut.

“Yang terpenting bisa menangani perkara tipikor dan mempunyai intergritas,” pungkasnya.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of