Tolak Upah Murah, Buruh Lakukan Ritual Topo Pepe

0
Ahmad Zainudin (44) melakukan Topo Pepe dari Senin (30/9) hingga Rabu (2/10) pukul 18.00. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Ahmad Zainudin (44) nekat melakukan Topo Pepe di tengah Jalan Pahlawan Kota Semarang, tepatnya di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah melawan terik matahari sejak Senin (30/9) lalu. Rencananya, pertapaan yang dia lakukan ini akan diakhiri hingga Rabu (2/10) sore nanti pukul 18.00.

Tujuan Zainudin melakukan Topo Pepe adalah untuk menyuarakan tiga isu nasional, yaitu penolakan terhadap kenaikan iuran BPJS, menolak revisi UU Ketenagakerjaan 13/2003 dan menolak upah murah.

“Selain itu saya juga membawa isu lokal Jateng, yaitu meminta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menetapkan upah buruh 2020 sesuai dengan KHL 2019,” katanya, Rabu (2/10).

Baca Juga:  Perang Dagang Lemahkan Ekonomi, INDEF: Indonesia Cuma Nerimo Saja

Lebih lanjut, Zainudin yang juga merupakan seorang buruh menyoroti isu naiknya iuran BPJS. Dia menilai, jika pemerintah tidak sanggup menghandle BPJS, maka sebaiknya dibubarkan saja, bukan malah menaikkan iuran yang malah memberatkan kaum buruh.

“Yang seharusnya ditingkatkan adalah pelayanan dan kemanfaatan untuk masyarakat, bukan malah ditingkatkan biaya iurannya,” gerutunya.

Dia mengaku, kendala yang dialami ketika melakukan Topo Pepe ini adalah matahari yang sangat terik. Selain itu, pantulan panas yang diserap aspal jalanan menjadi kawan selama dia menjalani Topo Pepe.

Baca Juga:  Teror Bom Kartasura, Ganjar: Pelaku Sudah Ditangani, Masyarakat Jangan Takut!

Dia mengaku memiliki cara tersendiri untuk melupakan rasa panas yang dia rasakan, yaitu dengan berserah diri kepada yang maha kuasa.

“Tidak ada persiapan khusus. Hanya berserah diri kepada Tuhan. Yang paling penting adalah niat yang mantap,” kata dia.

Selama melakukan Topo Pepe, Zainudin mengaku mendapatkan dukungan yang baik dari aparat dan masyarakat di sekitar lingkungan dia melakukan pertapaan. Hal itu dikarenakan isu yang dia angkat bukan hanya menyoal buruh, namun kesejahteraan masyarakat luas.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of