Trump Tunda Kenaikan Tarif Barang Cina, Perang Dagang Mereda

0
Ilustrasi perang dagang amerika vs china.Foto: Tribunnews

Oleh: Andryanto S |

Amerika Serikat dan China telah membuat “kemajuan substansial” pada isu-isu spesifik dalam putaran pembicaraan terakhir.

Semaranginside.com, Jakarta — Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu (24/2) bahwa dia akan menunda kenaikan tarif AS untuk barang-barang China berkat perundingan perdagangan “produktif” dan bahwa ia bersama Presiden China Xi Jinping akan bertemu untuk mengesahkan kesepakatan jika kemajuan berlanjut.

Trump telah merencanakan untuk menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen pada impor barang-barang dari China senilai 200 miliar dolar AS ke Amerika Serikat jika kesepakatan antara dua ekonomi terbesar dunia tidak tercapai pada Jumat (22/2).

Presiden mengatakan dalam “tweet”-nya bahwa kemajuan telah dibuat pada sejumlah bidang yang disengketakan termasuk perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, jasa-jasa dan mata uang.

Sebagai hasil dari apa yang dia sebut sebagai “pembicaraan produktif,” ia mengatakan: “Saya akan menunda kenaikan tarif AS yang sekarang dijadwalkan untuk 1 Maret. Dengan asumsi kedua belah pihak membuat kemajuan tambahan, kami akan merencanakan KTT untuk Presiden Xi dan saya sendiri, di Mar-a-Lago, untuk menyimpulkan kesepakatan. Akhir pekan yang sangat baik untuk AS & China!” Mar-a-Lago adalah sebuah resort presiden di Florida, tempat kedua pria itu bertemu sebelumnya.

Presiden tidak menetapkan tenggat waktu baru untuk perundingan dan Gedung Putih tidak memberikan perincian spesifik tentang kemajuan apa yang telah dibuat.

Baca Juga:  Trump Ikut Komentari Polemik Boeing 737 Max 8

Kantor berita resmi China Xinhua melaporkan bahwa Amerika Serikat dan China telah membuat “kemajuan substansial” pada isu-isu spesifik dalam putaran pembicaraan terakhir, mengutip delegasi China untuk diskusi di Washington.

Keputusan Trump untuk menunda kenaikan tarif AS adalah pertanda yang paling jelas bahwa Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan, yang akan mengakhiri perang dagang selama berbulan-bulan. Ancaman kenaikan tarif telah mewakili sebagian besar pengaruh bagi tim Trump.

Pasar, yang peka terhadap perselisihan karena telah memperlambat pertumbuhan global, mendukung langkah tersebut. Indeks saham berjangka AS dibuka lebih tinggi pada Minggu (24/2) malam ketika perdagangan dimulai untuk minggu ini. E-mini berjangka untuk S&P 500 sedikit menguat setelah “tweet” Trump tentang perdagangan, dan naik sekitar sepertiga persen, menunjukkan Wall Street akan dibuka dengan pijakan yang lebih kuat pada Senin pagi waktu setempat.

Dolar Australia, proksi likuid untuk investasi China, mendapat dukungan ringan dari berita dan kenaikan lebih lanjut diperkirakan untuk yuan. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,14 persen ke level tertinggi sejak Oktober, dan naik 10 persen untuk tahun ini.

Trump mengatakan pada Jumat (22/2) ada “peluang bagus” kesepakatan akan muncul, dan meramalkan bahwa ia mungkin memperpanjang batas waktu 1 Maret dan bergerak maju dengan pertemuan bersama Xi.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengindikasikan bahwa jika kemajuan berlanjut, pertemuan antara kedua presiden dapat terjadi pada Maret. Tetapi negosiator perdagangan utama Trump, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, menekankan pada Jumat (22/2) bahwa beberapa rintangan utama masih ada. Lighthizer telah menjadi suara kunci dalam mendorong China untuk melakukan reformasi struktural.

Baca Juga:  Angka Pernikahan Rendah, Banyak Wanita Cina Tak Dapat Jodoh

Putaran pembicaraan minggu lalu diperpanjang hingga akhir pekan, dengan para negosiator AS dan China membahas masalah-masalah pelik tentang bagaimana menegakkan kesepakatan perdagangan potensial pada Minggu (24/2), menurut seseorang yang akrab dengan pembicaraan tersebut. Tarif dan komoditas juga menjadi agenda Minggu (24/2), katanya.

Para negosiator telah berusaha untuk memperbaiki perbedaan pada perubahan perlakuan China terhadap perusahaan milik negara, subsidi, transfer teknologi paksa dan pencurian siber.

Menyetujui mekanisme penegakan terbukti sulit. Washington menginginkan mekanisme yang kuat untuk memastikan bahwa komitmen reformasi China ditindaklanjuti sampai selesai, sementara Beijing bersikeras pada apa yang disebutnya proses “adil dan obyektif”. Sumber lain yang diberi pengarahan tentang perundingan mengatakan bahwa penegakan hukum tetap menjadi masalah utama hingga Sabtu (23/2).

Reuters melaporkan pada Rabu (20/2) bahwa kedua pihak sedang menyusun nota kesepahaman (MOU) tentang pencurian siber, hak kekayaan intelektual, jasa-jasa, pertanian dan hambatan non-tarif untuk perdagangan, termasuk subsidi.

Trump mengatakan dia tidak menyukai MOU karena mereka jangka pendek, dan dia menginginkan kesepakatan jangka panjang. Itu memicu bolak-balik dengan Lighthizer, yang berpendapat bahwa MOU adalah kontrak yang mengikat.(*/Dry/Ant)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of