Tunggakan Pajak Warga Jateng Rp 362,28 Miliar

0
Konferensi pers OPD Provinsi Jawa Tengah, Rabu (13/11). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Hingga Oktober 2019, di Jawa Tengah tercatat masih terdapat tunggakan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 362,28 miliar. Untuk mengurangi tunggakan, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

“Di antaranya ada Samsat Keliling, Samsat Pembantu, Samsat Gerai, Samsat Drive Thru dan lainnya. Tujuannya adalah untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak,” kata Kepala Bapenda Jateng, Tavip Supriyanto, Rabu (13/11).

Dia memaparkan, saat ini pihaknya sudah memiliki 212 titik layanan yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Bahkan pihaknya rela mendatangi kantor-kantor yang di mana di sana terdapat potensi pajak kendaraan namum belum sempat membayar ke Samsat yang disediakan.

Baca Juga:  Jateng Jadi Provinsi Pertama yang Bakal Terbitkan Obligasi Daerah

“Mungkin saja ada kantor yang izinnya sulit, bisa didatangi untuk membayar secara kolektif. Kami juga mengingatkan para wajib pajak dengan menghubungi via telepon atau bahkan siap menjemput bola dengan cara door to door,” imbuhnya.

Pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan terus digenjot oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hingga Oktober 2019, realisasi saat ini dari pendapatan sektor pajak kendaraan bermotor sudah mencapai sebesar Rp 3,8 triliun.

Tavip menyebut, target pendapatan pajak kendaraan bermotor Jawa Tengah tahun ini adalah sebesar Rp 4,5 triliun. Dengan pendapatan saat ini, maka capaian pendapatan pajak sudah 84,64 persen.

Baca Juga:  Ekspresi Ketakutan, Peserta Khitan Massal Naik Moge

Selain itu, terdapat pendapatan dari sektor bea balik nama kendaraan sebesar Rp 2,8 triliun. Targetnya tahun ini, bea balik nama ditetapkan sebesar Rp 3,4 triliun.

“Kami optimis hingga akhir tahun target pendapatan dari sektor pajak dan balik nama itu dapat tercapai,” kata Tavip, Rabu (13/11).

Apalagi lanjut dia, Bapenda Jateng telah membuat inovasi bayar pajak berbasis aplikasi bernama Sakpole. Dengan aplikasi itu, masyarakat dimudahkan dalam membayar pajak dapat diberikan.

Aplikasi Sakpole yang awalnya hanya bekerjasama dengan Bank Jateng dan Bank BNI lanjut Tavip, kini semakin diperluas. Saat ini, pembayaran dapat dilakukan melalui Bank Mandiri, PT Pos, BPR/BKK Purwodadi, Indomart, Alfamart, Tokopedia dan lainnya.

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of