Turki Beri Kewarganegaraan pada Lebih dari 92.000 Warga Suriah

0

Oleh: Nurcholis |

Semaranginside.com, Ankara–Turki telah memberikan kewarganegaraan kepada lebih dari 92.000 warga Suriah termasuk anak-anak, kata menteri dalam negeri negara Turki hari, Jumat (2/8).

“Hampir 92.280 warga Suriah, termasuk anak-anak, telah diberikan kewarganegaraan. Di antara mereka, 47.000 adalah orang dewasa dan 45.280 anak-anak. Sebagian besar dari mereka adalah guru, insinyur, dan orang-orang yang memenuhi syarat yang dapat mencari nafkah sendiri,” kata Suleyman Soylu dikutip Anadolu Agency.

Dia menambahkan bahwa 547.000 warga Suriah saat ini tinggal di Kota Istanbul.

“Mereka telah diberi izin untuk tinggal di Istanbul. Kami tidak mendaftarkan yang baru. Kami hanya mendaftarkan mahasiswa atau ketika mereka ingin menjalankan bisnis atau ada masalah kesehatan yang ingin diperlakukan,” katanya.

Baca Juga:  Selebgram Turki dan Pesona Aceh, Bikin Gagal Fokus

Dia menambahkan bahwa hanya 7.000 warga Suriah yang mendaftar di Istanbul karena alasan kemanusiaan sejak Januari.

Soylu mengatakan dari 72.000 migran gelap Afghanistan, 29.000 telah dikembalikan ke negara mereka.

Dia menambahkan bahwa pasukan keamanan Turki telah mengumpulkan 177.654 migran gelap pada bulan Juli, jumlahnya bertambah 268.000 pada 2018 dan 175.752 pada 2017.

“Sebanyak 12.474 migran gelap ditahan di Istanbul antara 12-31 Juli,” kata Soylu.

Ketika ditanya apakah teroris Daesh menyamar sebagai migran untuk menyusup ke Turki, Soylu menyebutnya bahwa ini adalah praktik rutin juga oleh PKK dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO).

Baca Juga:  Pemain NBA Sebut Erdogan sebagai ‘Hitler’

“Selama dua hingga dua setengah tahun terakhir, sekitar 8.000 anggota FETO melintasi perbatasan Turki dari Edirne ke Yunani,” kata Soylu.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen dituduh mengatur kudeta yang digagalkan pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang meninggal dan hampir 2.200 terluka.

Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi, khususnya militer, polisi, dan pengadilan di Turki. (CK/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of