Twitter Rilis Pelacak Iklan Politik Menjelang Pemilu

0
Ilustrasi memerangi berita palsu. Foto: Pixabay

Oleh: Suandri Ansah |

Jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook mendapat tekanan untuk membuat program memerangi berita palsu

semaranginside.com, Jakarta — Twitter telah meluncurkan alat yang memudahkan pengguna untuk mengidentifikasi iklan kampanye politik menjelang pemilihan umum.

Fitur itu diluncurkan pada Selasa (19/2) menyikapi intensitas interaksi politik menjelang pemilihan umum parlemen Eropa pada Mei, di tengah kekhawatiran tentang disinformasi dari Rusia.

“Uni Eropa prihatin dengan peran Rusia dalam tindakan semacam itu, meski telah berulang kali membantahnya,” demikian seperti dikutip Antara dari Reuters. Kebijakan iklan politik ini akan berlaku mulai 11 Maret 2019.

Baca Juga:  Manfaatkan Situasi Dybala, Tottenham Siapkan Rp1,1 Triliun

Jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook mendapat tekanan untuk membuat program memerangi berita palsu dan penyebaran ekstremisme serta propaganda dalam jaringan (online).

Kebijakan mengenai iklan politik di Twitter pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat saat pemilu tahun lalu, akan menyusul di India dan Australia menjelang pemilihan umum di negara tersebut.

Dengan fitur ini, pengguna bisa melihat iklan politik melalui menu Ads Transparency Center, yang berisi informasi dana dan demografi target mereka.

Baca Juga:  Revisi ASN Mandek, Honorer Berharap Tuah MK

Iklan tersebut juga memiliki label, informasi dan penjelasan mengenai konten promosi sehingga pengguna bisa melihat iklan kampanye dan siapa yang membayar iklan tersebut.

“Twitter ingin publik mengetahui siapa saja yang memasang iklan kampanye di Twitter,” tulis Twitter.

Organisasi atau kandidat yang ingin memasang iklan kampanye di Twitter harus melewati proses sertifikasi, antara lain dengan membuktikan identitas mereka. (Kbb)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of