Undip Diminta Lebih Serius Tangani Dugaan Kasus Pelecehan Seksual

0
Suasana diskusi membahas kasus dugaan pelecehan seksual di FIB Undip. Foto : Fauzi

Oleh : Ahmad Fauzi

Kasus dugaan pelecehan seksual terus bergulir. Selasa (4/2) sore tadi, beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro berkumpul di kampus. Mereka menggelar diskusi dan merencanakan aksi untuk menanggapi kasus tersebut.

semaranginside.com, Semarang – Penggagas forum tadi, Ummanabiegh Ismail mengungkapkan, setelah diskusi, pihaknya akan menggelar aksi untuk menekan universitas agar lebih serius dalam menghadapi kasus dugaan pelecehan seksual. Dia dan rekan-rekan juga berharap lingkungan kampus yang aman bisa segera terwujud.

Diskusi tadi digelar oleh Suara Mahasiswa Budaya dan Gender and Human Rights Center. Diskusi tersebut membahas tentang tindakan-tidakan yang termasuk dalam pelecehan seksual yaitu apresiasi estetika, mental grouping, foreplay harassment, sexual abuse, dan ultimate threat.

Baca Juga:  Pelecehan Seksual dan di Bui, Mantan Bendahara Vatikan Tak Terima

“Dibahas juga dampak dari risiko lingkungan pendidikan yang tidak aman untuk penyintas kekerasan seksual berupa trauma yang dapat menyebabkan depresi, disosiasi, dan eating disorder,” terang Ummanabiegh.

Pembahasan selanjutnya dalam diskusi itu dilanjutkan tentang hal yang harus dilakukan oleh korban pelecehan seksual berupa membagi cerita tentang pelecehan seksual kepada orang yang dapat dipercaya, menemui psikiater, dan berusaha untuk memaafkan diri dan berjuang untuk maju.

Terpisah, Irna Syauqi dari LBH Semarang menegaskan, memang seharusnya
ada gerakan massa dari mahasiswa untuk menekan pihak kampus antara lain yaitu mendesak kampus untuk membentuk tim investigasi independen yang di dalamnya ada pihak luar. Selain itu juga mendesak Undip untuk menyediakan mekanisme pelaporan yang berperspektif korban.

Baca Juga:  Keluarga FIB Undip Persiapkan Tribute untuk Prof Agus Maladi

“Dan juga mendesak kampus untuk melakukan rekonstruksi paradigma universitas dalam memandang kasus pelecehan seksual,” tegasnya.

Sementara Humas Undip Nuswantoro mengungkapkan, sebenarnya terkait kasus di FIB, pihak Dekanat sudah merespons dengan membentuk Tim Investigasi. Undip juga sudah terbuka, dengan menyarankan pada korban untuk melapor ke Unit Informasi dan Pengaduan. Begitu juga pada tiap civitas akademika yang menjadi korban atas perbuatan serupa yang terjadi di kampus.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of