Undip Proyeksikan Desa Kebumen Jadi Sentra Perikanan

0
Mahasiswa dan akademis Undip di Desa Kebumen. Foto : undip.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Universitas Diponegoro lewat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan proyeksikan Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang sebagai sentra perikanan. Dosen fakultas tersebut Dr Ir Suryanti MPi, Prof Dr Ir Muhammad Zainuri DEA dan Dosen FSM Dr Eng Agus Setyawan MSi telah melakukan serangkaian program pemberdayaan masyarakat.

“Saya menilai Desa Kebumen merupakan Desa yang sangat potensial untuk dikembangkan di beberapa sektor. Terutama disektor pertanian dan perikanan. Kondisi tanah di Desa Kebumen sangat subur, ditambah pasokan air tawarnya sangat melimpah sehingga sangat memungkinkan desa kebumen dijadikan sebagai sentra perikanan  dan  pertanian di Kecamatan Banyubiru,” ujar Suryanti.

Tim Pengabdian bekerja sama dengan Mahasiswa KKN TIM I Undip 2019 dan dukungan dari kepala desa serta masyarakat desa berupaya meningkatkan potensi perikanan dan pertanian melalui beberapa program seperti sosialisasi, penyuluhan, pelatihan pembuatan pakan dan probiotik ikan, pelatihan pembuatan hidroponik, pengelolaan sampah untuk dijadikan kompos dan pestisida serta pemberian bantuan bibit 3.100 ikan lele dan ikan nila

Baca Juga:  FIB Undip Persiapkan Kuliah Online

“Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini memang terdiri dari banyak program. Beberapa program yang telah terealisasi yaitu pelatihan pembuatan pakan dan probiotik alami ikan, pemberian bantuan 3100 bibit ikan lele dan ikan nila, pelatihan pembuatan tanaman hidroponik serta pemanfaatan sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos dan pestisida alami,” ujarnya.

Dikatakan lebih lanjut, program-program tersebut merupakan program yang cocok untuk dapat meningkatkan potensi perikanan dan juga pertanian di Desa Kebumen.

“Untuk sektor perikanan, terdapat tiga program yang menjadi fokus kami yaitu pelatihan pembuatan pakan dan probiotik ikan serta pemberian bantuan bibit ikan lele dan ikan nila sebanyak 3.100 ekor yang kami dapatkan dari bantuan Balai Pembenihan dan  Budaya Ikan Air Tawar Ambarawa Dinas Perikanan dan Kelautan. Program tersebut kami rancang karena dalam berbudidaya pemberian pakan dan probiotik sebagai vitamin ikan serta pengadaan bibit merupakan elemen penting untuk menunjang keberhasilan usaha budidaya ikan,” tambahnya.

Baca Juga:  Puan Maharani Rahasiakan Susunan Menteri Jokowi

Program-program tersebut disambut baik oleh masyarakat Desa Kebumen khususnya para pembudidaya Ikan Air Tawar. Beberapa pembudidaya ikan bahkan ingin langsung mengaplikasikan probiotik alami ini pada ikan yang dibudidayakannya.

“Saya ingin mencoba probiotik ini biar ikannya cepat tumbuh karena ikan lele yang saya tebar lama sekali tumbuhnya, semoga probiotik ini bisa jadi solusinya,”  ungkap Mukanan pemilik kolam lele.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of