Upaya Malaysia Fokus Industri Halal dan Keuangan Islam

0
Bernama

Oleh: Nurcholis

Semaranginside.com, Kuala Lumpur–Malaysia akan tetap fokus pada industri halal dan keuangan Islam dalam upayanya untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara-negara Arab, kata Presiden Kamar Dagang Arab-Malaysia (AMCC), Datuk Dr Hafsah Hashim.

Hal ini akan menjadi penting jika Malaysia berencana untuk mencapai tujuannya untuk hubungan perdagangan yang lebih kuat dengan negara-negara Arab, katanya.

Melalui AMCC, Malaysia berharap untuk bekerja sama dengan semua 16 kedutaan besar negara-negara Arab di sini untuk mendorong bisnis yang lebih kuat antara perusahaan Malaysia dan negara-negara Arab, katanya.

Bisnis halal dan keuangan Islam diharapkan dapat memberikan peluang terbaik bagi pengusaha dan perusahaan Malaysia untuk mengeksplorasi dan memperluas bisnis mereka di negara-negara Arab.

Dr Hafsah mengatakan bahwa jika Malaysia mampu bekerja sama dengan 16 negara dan mendapatkan kesepakatan untuk produksi tidak hanya produk makanan halal tetapi juga produk halal lainnya seperti obat-obatan, produk farmasi, ia akan dapat bergabung dengan 16 negara dan menjadi di antara negara-negara Islam dengan kapasitas untuk memproduksi barang-barang yang dapat digunakan oleh konsumen Muslim di seluruh dunia.

Baca Juga:  Utusan Malaysia, Koran Terkemuka Negeri Jiran Tutup

Berbicara dengan Bernama dalam sebuah wawancara di kantornya di sini baru-baru ini, dia mengatakan Malaysia sudah mulai mengambil beberapa inisiatif yang mencerminkan kesungguhannya untuk mengembangkan industri halal.

“Misalnya, Serunai Commerce Malaysia telah bekerja sama dengan 78 pusat sertifikasi halal di 45 negara Islam termasuk 16 negara Arab.

“Melalui kerja sama ini, perusahaan telah dapat mengembangkan aplikasi yang disebut” verifikasi halal ‘untuk memungkinkan konsumen memeriksa status halal suatu produk bahkan ketika mereka berada di luar negeri, “katanya.

Baca Juga:  Malaysia Atur Penggunaan Vape

AMCC adalah badan dagang yang didirikan pada 2009 oleh upaya bersama Malaysia dan negara-negara anggota Liga Arab.

Badan perdagangan, yang saat ini memiliki lebih dari 300 anggota yang terdiri dari perusahaan-perusahaan Arab yang beroperasi di Malaysia serta perusahaan-perusahaan Malaysia di negara-negara Arab, bertujuan untuk memperkuat peluang perdagangan dan investasi antara Malaysia dan negara-negara Arab.

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Statistik Malaysia, lima negara Arab yang mendaftarkan nilai perdagangan tertinggi dengan Malaysia pada tahun 2018 adalah Uni Emirat Arab , diikuti  Arab Saudi, Qatar, Oman dan Kuwait. (ck/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of