Vonis Bupati Jepara Marzuki, 3 Tahun Penjara dan Cabut Hak Politik

0
Sidang vonis Bupati Jepara nonaktif, Ahmad Marzuki di Pengadilan Tipikor, Semarang (3/8). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Bupati Jepara nonaktif, Ahmad Marzuki dijatuhi vonis 3 tahun penjara terkait kasus suap terhadap Hakim Lasito sebesar Rp 500 juta dan US$ 16 ribu. Marzuki juga didenda sebesar Rp 400 juta dengan pengganti pidana penjara selama tiga bulan jika tidak dibayarkan.

Vonis tersebut dibacakan oleh Hakim Ketua Aloysius Priharnoto Bayu di ruang sidang Cakra, Pengadilan Tipikor, Semarang (3/8).

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 6 ayat 1 UU nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujar Hakim Aloysius.

Baca Juga:  Sistem Ganjil-Genap dan Satu Arah untuk Arus Lebaran

“Menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya,” tambahnya.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK yang meminta hakim menghukum Marzuki 4 tahun kurungan dengan denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara dan pencabutan hak politik selama 5 tahun.

Marzuki dinilai bersalah dan terbukti menyuap Hakim Lasito untuk permohonan praperadilan atas penetapan status tersangka dalam kasus dana bantuan politik PPP tahun 2011 dan 2012. Atas kasus tersebut, KPK menetapkan Marzuki sebagai tersangka. Namun, Marzuki mengajukan praperadilan yang kemudian ditangani di PN Semarang.

Baca Juga:  Fahri Hamzah: Bahaya Kalau Wasit Sudah Ikut Jadi Pemain

Dalam perjalanannya, Ketua PN Semarang saat itu, Purwono Edi Santosa menunjuk Lasito sebagai hakim tunggal yang menangani praperadilan Marzuki. Uang suap diberikan Marzuki melalui kuasa hukumnya, Ahmad Hadi Prayitno di rumah Lasito, Laweyan, Kota Surakarta, 12 November 2017. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of