Vonis Taufik Kurniawan; 6 Tahun Penjara, Cabut Hak Politik dan Denda Rp 200 Juta

0
Taufik Kurniawan pada saat sidang dakwaan di Tipikor Semarang. Foto: istimewa

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Wakil ketua DPR RI Taufik Kurniawan dijatuhi empat jenis hukuman dalam sidang vonis di Pengadilan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Pertama, Majelis Hakim yang diketuai oleh Antonius Widijantono menjatuhkan hukuman enam tahun penjara pada Taufik.

“Menjatuhkan hukuman pada terdakwa selama enam tahun dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan penjara,” kata Antonius pada pada persidangan dengan agenda vonis di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (15/7).

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Yakni delapan tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara.

Baca Juga:  Chelsea Gilas Brighton Hove Albion 3-0

Majelis Hakim menyebut terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf A Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti menerima gratifikasi dengan total Rp 4,85 miliar dari Bupati Kebumen Yahya Fuad atas pengurusan DAK dan Bupati Purbalingga Tasdi.

Hukuman ketiga yakni hukuman tambahan, Majelis Hakim Tipikor Semarang pencabutan hak politik Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut selama tiga tahun. Hukuman ini berlaku selama tiga tahun semenjak terdakwa nantinya bebas menjalani kurungan.

Dalam putusannya, hakim juga memerintahkan terdakwa untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 4,2 miliar.

Baca Juga:  DPR Sahkan Revisi UU KPK !

Atas putusan tersebut, Taufik maupun Jaksa Penuntut Umum sama-sama menjawab pikir-pikir terlebih dahulu. Apakah akan menerima atau mengajukan banding.

Taufik mengatakan akan mempelajari putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim. ‘’Tadi sudah disampaikan akan pikir-pikir, kita akan melakukan tahapan yang disampaikan pak hakim tadi. Untuk selanjutnya, materi-materi hukum, saya serahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum,” katanya usai menjalani persidangan.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum dari KPK Joko Hermawan, mengaku akan mempelajari putusan lebih dulu. ‘’Ini kita pelajari dulu, dan nanti kita putuskan berasama tim kita,’’ kata Joko. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of