Waduh, Luasan Abrasi Semarang Capai 1.406 Hektare

0
Foto udara permukiman penduduk yang terkepung air laut akibat abrasi di Desa Timbulsloko, Sayung, Demak, Jawa Tengah. Foto: Antara

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Sejak 10 tahun terakhir, luasan abrasi di Kota Semarang mengalami peningkatan. Kini luasnya mencapai 1.406 hektare. Pada 2010 lalu, luas abrasi hanya 591 hektare dan dua tahun sebelumnya atau pada 2018 seluas 601 hektare. Kelurahan Mangunharjo di Kecamatan Tugu tercatat sebagai kelurahan terluas yang mengalami abrasi yakni seluas 248 hektare.

Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Suharsono mendorong pengembangan hutan mangrove di Kota Semarang. Tujuannya, mencegah abrasi dan juga berperan sebagai penyedia oksigen serta objek wisata.

Suharsono berharap pemerintah kota memiliki lahan konservasi di garis pantai. Panjang pantai Kota Semarang diketahui 36,6 kilometer. Mencakup empat kecamatan di wilayah pesisir, yakni Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara dan Kecamatan Genuk.

Baca Juga:  Kafe 24 Jam yang Selalu Dicari di Kota Semarang

“Harus dikembangkan mulai sekarang untuk hutan mangrove, karena Semarang kota pantai,” katanya, Kamis (17/10).

Menurut Suharsono, pohon mangrove yang memiliki akar kokoh dianggap mampu melindungi dataran dari gelombang air laut. Sehingga fenomena abrasi dapat ditekan dan dampak yang ditimbulkan tidak makin meluas.

Sementara itu data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng, menunjukkan luas hutan mangrove di Kota Semarang sekitar 96,4 hektare. Kecamatan pesisir yang mempunyai ekosistem mangrove paling luas yakni Kecamatan Tugu dengan 48,2 hektare. Setelah Tugu, diikuti Kecamatan Semarang Barat, Genuk dan Kecamatan Semarang Utara.

Baca Juga:  Aplikasi Permudah Masyarakat Akses Layanan Kesehatan

Di sisi lain, mangrove yang tumbuh secara alami di wilayah pesisir Kota Semarang hampir tidak dapat ditemui. Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, ekosistem mangrove di wilayah pesisir cukup memprihatinkan. Kondisi itu, menurut politisi PKS ini, dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti alih fungsi lahan menjadi perumahan, tambak maupun industri.

Manfaat lain ekosistem mangrove adalah sebagai mitigasi bencana seperti peredam gelombang, pelindung pantai hingga gelombang air pasang. Selain fungsi fisik, mangrove juga bermanfaat sebagai objek daya tarik wisata alam.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of