Waduh…. Pecel Lele dan Ayam Penyet Juga Dikenai Pajak

0

Oleh: Bayu Derriansyah

Semaranginside.com, Pekanbaru – Usaha pecel lele dan ayam penyet yang beromzet Rp15 juta siap-siap dikenakan pajak. Kebijakan ini untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) sektor pajak.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru mulai melirik dan berencana menarik pajak dari pedagang kuliner malam yang berada dipinggir jalan Kota Pekanbaru. Tak hanya untuk usaha pecel lele.

Penarikan pajak juga akan dilakukan kepada pelaku usaha kuliner malam, seperti ayam penyet dan lainnya yang beromzet lebih dari Rp15 juta per hari. Rencana ini sudah dibicarakan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM).

Baca Juga:  Digitalisasi Logistik Pangkas Biaya Kepengurusan Dokumen

“Kita mau sasar restoran malam. Kemaren kita juga sudah rapat dengan bang Ingot (Kepala DPP), dan juga bersama kawan-kawan dari dinas UKM (Diskop),” ungkap Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, Rabu (21/8).

Dalam rapat dibahas, yang dikenakan pajak yang beromset Rp15 juta dalam satu malam. “Mereka berlindung dengan UKM. Maksudnya, omzetnya lebih banyak dari restoran. Banyak nggak yang seperti itu, seperti yang dipinggir jalan, seperti pecel lele dan lainnya. Tapi perputarannya satu malam mungkin bisa Rp15 juta,” kata mantan Camat Rumbai ini.

Baca Juga:  Wakil Ketua Gerindra Jateng: Sekolah Jangan Minta Sumbangan Terus

Sebelum penarikan pajak, disampaikan pria yang akrab disapa Ami ini, pihaknya terlebih dahulu menyosialisasikan kepada masyarakat. “Artinya, sekali lagi pajak ini tidak tersangkut paut dengan izin, pajak ini peristiwa terhadap kejadiannya. Mungkin ini yang akan kita sosialisasikan terus pada masyarakat,” katanya. (Aza/jss/INI Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of