Wagub DKI, Gerindra Serahkan Jatah ke PKS

0
Agung Yulianto (kiri) dan Ahmad Syakihu merupakan calon wagub DKI untuk mendampingi Anies Baswedan. Foto: Istimewa

Oleh: M Aulia Rahman

Semaranginside.com, Jakarta – Teka teki siapa nanti yang akan menjadi pendamping Anies Baswedan untuk mengisi kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta mulai terkuak. Gerindra disebut telah menyerahkan jatah itu pada PKS.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Syakir Purnomo, menyatakan bahwa jatah kursi wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta sudah diserahkan oleh Gerindra kepada PKS. Saat ini, calon wagub DKI yang diusulkan PKS juga belum berubah

Syakir memastikan kursi wagub DKI sampai 2022 mendatang tetap jatah PKS, walau nanti salah satu kandidat, Ahmad Syaikhu menjadi anggota DPR. Kata dia, bila hal itu terjadi, DPP PKS akan kembali menunjuk kadernya untuk mengisi kandidat wagub DKI untuk menggantikan Syaikhu.

“Seperti yang sudah pernah diungkapkan oleh Pak Prabowo (ketum Partai Gerindra) dan Pak Fadli Zon (wakil ketum Partai Gerindra) bahwa Wagub DKI adalah hak PKS,” ujarnya, Senin (23/9). Syakir mengatakan bila Syaikhu lebih memilih menjadi anggota DPR, dia harus mengajukan surat pengunduran diri kepada DPP PKS.

Apalagi jadwal pengambilan sumpah jabatan anggota DPR terpilih periode 2019-2024 tinggal beberapa hari lagi, yakni awal bulan depan. Bahkan saat ini, Ahmad Syaikhu tetap mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sebagai persiapan menjadi anggota DPR periode 2019-2024.

Baca Juga:  Dapil I Jateng, Sugiono Gantikan Sigit Ibnugroho di Senayan

“Memang betul mengikuti Lemhannas (pendidikan) sebagai tahap menjadi anggota DPR. Tapi beliau belum mengajukan surat pengunduran resmi kepada partai,” paparnya.

Syakir menuturkan, sebelum diusung menjadi kandidat calon wagub DKI bersama Agung Yulianto, Syaikhu memang terdaftar menjadi calon legislatif DPR dengan daerah pemilihan (dapil) VII Jawa Barat. Dapil tersebut meliputi Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta.

“Perolehan suara beliau cukup tinggi di tiga kabupaten itu hampir mencapai 150.000 suara. Tapi jujur saja, kami juga belum mendapat informasi dari DPP mengenai kelanjutan status beliau, tapi kalau beliau minta mundur, kami tentu menyetujuinya,” tuturnya.

Menurut dia, partainya memiliki sejumlah pertimbangan memilih Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto menjadi kandidat Wagub DKI. Untuk Syaikhu, dianggap memiliki pengalaman di bidang pemerintahan karena pernah menjabat Wakil Wali Kota Bekasi (2013-2018), DPRD Provinsi Jawa Barat (2009-2013) dan anggota DPRD Kota Bekasi (2004-2009).

Baca Juga:  Pembajakan Komik dari Pengurus RT sampai Partai Politik (1)

Sedangkan Agung Yulianto yang berlatar belakang sebagai pengusaha sukses dianggap mampu menjalin mitra dari berbagai kalangan. Untuk latar belakang pendidikannya juga sama dengan Syaikhu, Yulianto pernah bersekolah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan menjadi auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sementara di kepengurusan partai, mereka berdua memiliki jabatan yang cukup strategis. Ahmad Syaikhu menduduki ketua DPW PKS Jawa Barat, sedangkan Agung Yulianto adalah sekretaris DPW PKS DKI Jakarta.

Pernyataan Syakir ini sekaligus menjawab keraguan masyarakat mengenai kemampuan mereka sebagai pengganti Sandiaga Uno yang maju menjadi calon Wakil Presiden RI mendampingi Prabowo Subianto pada bulan April 2019 lalu. Dua kandidat ini , lanjut Syakir, berkompeten menjadi Wagub DKI mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, hingga tahun 2022.

“Siapapun yang terpilih, mereka tentu ada tim yang bisa membantu pekerjaannya. Karena mereka bukan pahlawan Superman yang bisa bekerja sendirian,” kata Syakir. (AS/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of