Wakapolda Jateng: Tak Perlu Pengetatan Pengamanan

0
Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/aww.

Polda Jateng Tingkatkan Keamanan dengan Pendekatan Humanis

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menganggap tidak perlu adanya penebalan pengamanan untuk masyarakat yang ingin masuk ke Mapolda, Mapolres maupun Mapolsek. Hal itu dirasa tidak perlu dilakukan lantaran kantor kepolisian sejatinya adalah kantor pelayanan di mana masyarakat mengurus untuk keperluan administrasi.

Hal tersebut dikatakan Wakapolda Jateng, Brigjen Ahmad Luthfi selepas terjadinya insiden bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11) kemarin. Peningkatan pengamanan tetap dilakukan dengan mengedepankan rasa humanis.

Baca Juga:  Bom Bunuh Diri Guncang Pos Polisi Kartasura

“Pada dasarnya pengamanan di Markas Komando (Mako) sudah merupakan rutinitas. Sebab Mako merupakan benteng terakhir yang harus diamankan,” katanya, Kamis (14/11).

Kendati pengamanan tidak dilakukan berlebihan, para anggota diimbau lebih selektif. Ahmad juga menyebut tidak ada instruksi pembatasan kepada para mitra ojek daring, mengingat pelaku di Mapolrestabes Medan kemarin menggunakan atribut ojek daring.

“Penebalan tidak dilakukan, hanya diperketat. Jadi lebih selektif, prioritas kepda orang dan barang yang masuk ke wilayah kami,” tegasnya.

Baca Juga:  Rumah RA Terduga Peledakan Bom Hanya 500 Meter dari Pos Polisi Kartasura

Para anggota sudah diberikan peringatan untuk melakukan pantauan langsung dengan memperhatikan fisik maupun tidak langsung dengan alat metal detektor.

Selain dengan pengamanan humanis, pihak kepolisian juga melakukan upaya deradikalisasi kepada mahasiswa dan dilakukan sejak dahulu. Hal tersebut dilakukan dengan menggandeng BNPT, intelejen dan pihak lainnya.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of