WhatsApp Diretas Israel, Kominfo: Jangan Berandai-andai

0
Ilustrasi. Logo WhatsApp

Oleh: Eko P

Semaranginside.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate tidak ingin berspekulasi bahwa Indonesia menjadi korban peretasan WhatsApp oleh perusahaan dari Israel, yang dikabarkan menggunakan nomor asal Indonesia.

“Nanti dicek dulu. Belum tahu, tidak bisa kira-kira, mesti yang pasti nanti,” ujar Johnny, di Jakarta, Rabu(6/11).

Menurut Johnny, Kominfo akan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam pertukaran informasi soal peretasan yang melibatkan WhatsApp dan perusahaan Israel tersebut.

“Iya kan BSSN lembaga negara, kita harus lihat dulu. Jangan berandai-andai dulu,” kata dia.

Baca Juga:  Israel Rencanakan Kenaikan Pajak untuk Palestina

Sebelumnya, kasus peretasan WhatsApp oleh NSO Group, yang melibatkan nomor seluler Indonesia juga sempat disinggung dalam rapat kerja Kominfo dengan Komisi I DPR RI, di DPR, Selasa (5/11).

“Pertanyaan saya apakah Kemenkominfo sudah lakukan investigasi soal ini atau belum. Kalau sudah hasilnya apa, dan tindakan yang sudah diambil apa untuk melindungi masyarakat Indonesia yang menggunakan WhatsApp,” ujar Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta.

Namun, peserta rapat menganggap jawaban atas kasus tersebut tidak perlu diberikan pada saat itu.

WhatsApp menuntut perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group, karena membuat perangkat lunak spyware yang disisipkan ke server WhatsApp untuk meretas sejumlah pengguna mereka.

Baca Juga:  Lima Fitur Terbaru WhatsApp di 2019

Perangkat lunak tersebut diduga berdampak pada 1.400 pengguna antara lain di AS, Uni Emirat Arab, Bahrain, Meksiko, India dan Pakistan, dikutip dari Reuters.

Pejabat senior pemerintahan di beberapa negara, terutama negara yang bersekutu dengan Amerika Serikat diduga menjadi korban peretasan ini.

India menyatakan korban peretasan termasuk jurnalis, akademisi, pengacara dan pembela komunitas di India. Petinggi WhatsApp telah mengungkapkan perusahaan Israel NSO Group juga menggunakan nomor asal Indonesia dalam kasus ini.

(EP/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of