WHO Tetapkan Kencanduan Game Sebagai Gangguan Kesehatan Mental

0
Ilustrasi Main Game. (Foto: istimewa)

Oleh: Prima Prabowo |

Semaranginside.com, Jakarta –  World Health Organization (WHO)  menyebut bermain video game secara berlebihan atau kecanduan game sebagai gangguan kesehatan mental. Bahkan hal ini masuk dalma klasifikasi penyakit yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia tersebut.

WHO menyetujui revisi kesebelas International Classification of Diseases (ICD) minggu lalu, termasuk “gaming disorder” di bawah bagian gangguan karena perilaku kecanduan, yang juga termasuk gangguan perjudian.

Pejabat kesehatan, penyedia asuransi dan penyedia perawatan di seluruh dunia menggunakan ICD sebagai standar utama untuk mendiagnosis penyakit dan melaporkan statistik kesehatan. Edisi baru ini mulai berlaku pada tahun 2022.

Baca Juga:  Bongkar Kecurangan Pemilu: Surat Suara Tercoblos dan Ribuan Pemilih di Bawah Umur

Diagnosis baru ini  bukan hanya terlalu banyak bermain game. Menurut definisi WHO, game menjadi gangguan ketika mengganggu kehidupan sehari-hari. Itu terlihat ketika seseorang kehilangan kendali atas permainan, memprioritaskan bermain di atas minat dan kegiatan sehari-hari lainnya, dan terus bermain meskipun ada efek negatif pada pekerjaan, sekolah, kehidupan keluarga atau hubungan sosial.

Untuk mendiagnosa kecanduan ini, pedoman WHO mengatakan untuk mempelajari gejala seseorang kecanduan maka ia akan diteliti selama 12 bulan terlebih dahulu.

Baca Juga:  Pembantaian di Selandia Baru Membangunkan Sel Tidur

Industri video game dengan keras menentang klasifikasi ini sejak WHO pertama kali mengusulkannya pada 2018. Entertainment Software Association, yang bekerja jadi pembuat video game di AS, mengatakan bahwa penunjukan gangguan game dengan ceroboh menyepelekan masalah kesehatan mental yang sebenarnya.

“WHO tahu bahwa akal sehat dan penelitian objektif membuktikan bahwa permainan video tidak membuat ketagihan,” kata ESA seperti dilansir di www.cbsnews.com pada Rabu (29/5) kemarin.(IMA/Ags/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of