Wisata Halal, Jateng Fokus Benahi Infrastruktur Ibadah dan Kuliner

0
hafasfurkani

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Provinsi Jawa Tengah mendapat penghargaan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan. Ini capaian yang menggembirakan ditengah upaya menggenjot jumlah wisatawan sekaligus memberikan fasilitas yang maksimal pada wisatwan muslim.

Destiasi wisata halal merupakan keberpihakan terhadap kenyamanan kunjungan wisatawan Muslim. Termasuk fasilitas ibadah, tempat wudhu dan kehalalan dalam kuliner. Artinya semua destinasi wisata di Jateng didorong utk memiliki fasilitas tersebut.

Maka berbeda dengan wisata religi yang mana objek wisata tersebut memiliki sejarah atau unsur yang berkaitan dengan keagamaan. Seperti masjid agung Demak, Borobudur, dan Candi Prambanan.

Baca Juga:  Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Jateng Naik 40 Persen

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinung N Rachmadi, mengatakan untuk terus menggenjot pengembangan wisata halal maka diperlukan peningkatan dalam infrastruktur dan fasilitasnya. Maka pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota, asosiasi dan komunitas pegiat wisata.

“Kami mendorong untuk dipenuhinya fasilitas beribadah bagi wisatawan muslim di semua destinasi wisata di Jateng. Ya mushalanya, masjidnya, tempat wudlunya, dan kehalalan kulinernya,” kata Sinung, Selasa (11/6).

Selain ketersediaan fasilitas, kami juga meminta dipasang papan informasi atau penunjuk arah terhadap fasilitas tersebut di semua destinasi wisata. Hal itu untuk memudahkan wisatawan dan tidak membuat bingung.

Baca Juga:  Jateng Optimis Bangun 500 Desa Wisata

Dalam pelaksanaannya, Disporapar Jateng terus melakukan evaluasi dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota setempat. Sejumlah kendala yang dihadapi saat ini cenderung terjadi pada objek wisata baru yang masih belum dilengkapi dengan fasilitas tersebut. Alasannya, masih perlu waktu untuk ketersediaan lahan dan pengembangannya masih bertahap.

‘’Kalau untuk tempat wisata yang sudah berkembang, tidak masalah. Tapi yang objek wisata baru, ini yang perlu terus di kawal,’’ ujarnya. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of