Wisata Kesehatan Diujicobakan

0
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari bersama rombongan uji coba Wisata Kesehatan. Foto : @iin_disbudpar

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Sektor kesehatan ternyata berpotensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari usaha pariwisata. Beberapa tempat, baik itu lokasi produksi maupun layanan masyarakat bisa menjadi destinasi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengungkapkan, potensi tersebut diujicobakan bersama oleh Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan, baru-baru ini. Ada beberapa tempat di area Jogja, Solo, dan Semarang yang menjadi tujuan awal pengembangan wisata kesehatan atau wellbess tourism.

“Wisata Kesehatan Joglo-Semar Kemenpar-Kemenkes-DisbudparKotaSemarang,” tulisnya pada unggahan beberapa foto di akun Instagram.

Laman resmi Disbudpar Kota Semarang mengungkapkan, di Kota Semarang, wisata kesehatan tersebut menuju PT Sido Muncul, Museum Jamu Jago, serta Omah Herborist. Ketiganya memang cukup lama dikenal sebagai destinasi wisata alternatif. Sido Muncul dan Jamu Jago merupakan merek legenda dalam dunia jamu. Sementara Herborist adalah merek produk kesehatan yang berkembang pesat.

Selain itu, uji coba wisata kesehatan juga mengunjungi beberapa tempat lain. Di Yogyakarta, rombongan mampir di Merapi Farma Herbal, Kopi Klothok, Rumah Makan Jejamuran, Nurkadhatyan Spa Ambarukmo, Martha Tilaar, Taman Sari Royal Heritage Spa, dan Klinik Kopi. Sementara di Solo, tim mengunjungi B2P2TOOT Tawangmangu, Rumah Atsiri Indonesia, dan Taman Sari Royal Heritage Spa.

Baca Juga:  Seleksi Pemain PSIS U-16 Dimulai

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengungkapkan pengembangan pariwisata di sektor kesehatan sebenarnya telah diinisiasi sejak tahun 2012 lalu.

“Kini kita coba untuk lebih mendorong pengembangannya. Kegiatan uji coba ini digelar sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah dilaksanakan pada 2017. MoU itu melibatkan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan,” ujarnya dikutip dari situs resmi Disbudpar, Kamis (23/5).

Kegiatan uji coba Wisata Kesehatan Joglosemar ini bertujuan mengidentifikasi dan resource mapping daya tarik Wisata Kesehatan berdasarkan database katalog Wisata Kesehatan yang telah disusun oleh Kementerian Kesehatan RI.

Untuk diketahui, pada MoU tersebut, Kementerian Pariwisata bakal menyusun dan mensosialisasikan kriteria destinasi Wisata Kesehatan serta mendorong terbentuknya Konsorsium Biro Perjalanan Wisata untuk Wisata Kesehatan. Selain itu, juga melakukan bimbingan teknis untuk menyiapkan pemandu Wisata Kesehatan, menyusun Jalur Wisata Kesehatan/Travel Pattern yang siap jual, dan menyusun skema kerja sama dengan stakeholder bidang Wisata Kesehatan di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga:  Seniman Semarang Kenang Agoes Dhewa

Kementerian itu juga menyusun dan melaksanakan strategi pemasaran dan promosi Wisata Kesehatan serta memberikan informasi destinasi unggulan yang terkait dengan pengembangan Wisata Kesehatan.

Sementara Kementerian Kesehatan bertugas menyusun dan mensosialisasikan kebijakan Wisata Kesehatan, mendorong sektor swasta untuk menyelenggarakan Rumah Sakit unggulan (Medical Tourism) dan fasilitas kesehatan tradisional unggulan (Wellness Tourism). Kementerian tersebut juga akan mendorong pelayanan kesehatan tradisional untuk memiliki unggulan yang meliputi spa, herbal, acupressure, dan akupuntur dalam penyelenggaraan wisata kesehatan, menetapkan Rumah Sakit (Medical Tourism) dan fasilitas kesehatan tradisional (Wellness Tourism) yang memiliki pelayanan unggulan dalam penyelenggaraan Wisata Kesehatan, memberikan informasi terkait dengan pengembangan Wisata Kesehatan, mengembangkan potensi wisata ilmiah Kesehatan, serta menyediakan fasilitas pelayanan dan pelaksanaan upaya kesehatan lainnya.(nug)

 

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of