Yahya Fuad Beberkan Deal Kasus Taufik Kurniawan

0
Taufik Kurniawan pada saat sidang dakwaan di Tipikor Semarang. Foto: istimewa

Oleh: Rizky Atmaja

Semaranginside.com, Semarang- Mantan Bupati Kebumen, Yahya Fuad mengaku pernah bersama Wakil Ketua DPR RI nonaktif Taufik untuk mendiskusikan penambahan dana alokasi khusus (DAK) APBN tahun anggaran 2016. Pencarian dana itu diawali karena kebutuhan Kabupaten Kebumen untuk dana perbaikan ‘jeglongan sewu’.

“Kebetulan setelah dilantik, kondisi jalan-jalan rusak. Sampai di media sosial itu ditulis, bupati baru, tempat wisata baru, disebut ‘jeglongan sewu’. Karena pas saya dilantik, APBD 2016 itu sudah ditetapkan di Desember,” kata Yahya kepada Jaksa KPK pada sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor, Semarang, Rabu (27/3).

Disebut Yahya, anggaran Pemkab saat itu kurang. Sebab anggaran telah banyak dianggarkan untuk solusi pertanian. Seperti kebutuhan traktor atau pupuk. Lantas dia ingin mencari adana lain untuk memperbaiki jalan.

Tak lama setelah itu, dia membuka komunikasi dengan sejumlah anggota DPR RI, setelah ada kunjungan kerja beberapa anggota DPR RI. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan disebutnya menyanggupi apa yang diutarakan Yahya.

Baca Juga:  Divonis Kebiri PN Mojokerto, Aris Ajukan PK

“Jadi waktu itu ada DAK perubahan 2016. Kami ketemu pak Taufik karena beliau dari dapil Kebumen. Dia mau mengupayakan dana. Ada pertemuan lanjutan di Kantor Pak Taufik yang mau mengupayakan tambahan Rp 100 miliar untuk DAK. Namun, lanjut Yahya, ada permintaan kompensasi lima persen, ” tutur Yahya.

Beberapa rekan pengusaha yang dimaksud Yahya adalah Hojin Ansori, bekas anggota tim pemenangan Yahya Fuad di Pilbup Kebumen 2015, Khayub M. Lutfi dan rival yahya di Pilbup Kebumen 2015.

“Di Pendopo Kebumen, kami bertemu dan bilang ada dana 100 miliar, tapi nggak gratis. Pak Hojin bilang, ambil. Tapi waktu itu saya bilang 7 persen (komitmen fee) karena yang 2 persen untuk bilung, pembinaan lingkungan biar kondusif. Kami panggil juga pak Khayub untuk bicara hal yang sama,” terangnya.

Para rekanan itu berkenan membantu Yahya, dengan harapan kecipratan proyek ke depannya. Meski itu juga belum menjamin karena ada sistem lelang.

Baca Juga:  Rekrutmen P3K Jadi Tanggungan Daerah

Setelah itu, ada persetujuan bahwa uang komitmen fee itu tadi diserahkan melalui tiga tahap. Tahap pertama yang akhirnya diserahakan oleh Hojin sendiri sebesar Rp 1,6 miliar. Tahap kedua, uang Khayub senilai Rp 2 miliar diserahkan melalui Adi Pandoyo. Diberikan dalam rentan waktu antara bulan Juli sampai Agustus 2016.

Tahap ke-3 belum sempat disampaikan. Lantaran, Yahya sendiri keburu kena OTT perkara suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Semua hampir sesuai dengan dakwaan yang dibacakan seminggu lalu.

Seperti diketahui Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan diseret ke meja hijau karena dugaan kasus suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen. Pada saat sidang dakwaan Rabu (20/3) kemarin, terungkap pula jika Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu terlibat dalam pengaturan DAK Kabupaten Purbalingga.

Taufik, dalam dakwaannya, disebut menerima Rp 3,6 miliar dari Yahya Fuad. Sementara dari Tasdi, dia mendapat Rp 1,2 miliar.

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of